Data Riskesdas 2018 menyebut di Indonesia terdapat lebih dari 19 juta orang usia >15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan 12 juta di antaranya depresi. Jadi Anda tidak sendirian – banyak orang bergelut dengan ini dan profesi kesehatan siap membantu. Dalam suatu riwayat, Rasulullah SAW pernah didatangi seorang sahabat yang mengeluhkan sakit (baik fisik maupun mental), Nabi menyarankan untuk berobat seraya tetap bertawakal. Berobat adalah sunnah, maka tak perlu malu untuk terapi.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT
Kesehatan mental adalah karunia dan amanah yang harus kita jaga sebagaimana kesehatan fisik. Idul Fitri ini hendaknya menjadi titik tolak kita memperhatikan aspek-aspek tadi dalam diri dan keluarga kita. Jangan biarkan ekonomi sulit memadamkan cahaya harapan kita. Jangan biarkan kesibukan dan teknologi memisahkan kita dari keluarga dan ketenangan jiwa. Mari rangkul nilai-nilai Ramadan: sabar, syukur, empati, dan disiplin, untuk memperkuat kesehatan mental kita.
Terakhir, marilah kita berdoa kepada Allah SWT di hari yang mulia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami jiwa yang tenang dan sabar. Jauhkanlah kami dari gundah gulana yang berlarut. Berilah jalan keluar bagi saudara-saudara kami yang dihimpit kesulitan ekonomi, sembuhkanlah yang sakit jasmani maupun rohani.
Limpahkan kepada kami sakinah (ketenangan), mawaddah wa rahmah dalam keluarga dan masyarakat kami. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bersyukur saat lapang, bersabar saat sempit, dan senantiasa berbaik sangka atas takdir-Mu.
Semoga dengan bekal Ramadan, kita mampu menjalani 11 bulan ke depan dengan mental yang lebih sehat, iman yang lebih kuat.
Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)