Khotbah Salat Id di UMM: 8 Pilar Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Zaman yang Tak Menentu

Khotbah Salat Id di UMM: 8 Pilar Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Zaman yang Tak Menentu

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Salat Idulfitri dengan penuh khidmat pada Senin (31/3/2025) pagi. Acara yang berlangsung di Kampus Putih ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 jamaah yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Alpha Amirrachman, Ph.D. menyampaikan khotbah yang menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membekali generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin tidak menentu.

Alpha menegaskan bahwa dunia saat ini sedang mengalami ketidakpastian yang tinggi, terlihat dari banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya ketidakstabilan ekonomi, serta daya beli masyarakat yang terus menurun.

Dalam menghadapi situasi tersebut, keluarga memiliki tanggung jawab utama untuk memberikan pendidikan agama yang kokoh kepada anak-anak mereka. Ia merangkum delapan prinsip utama yang harus diterapkan dalam keluarga agar generasi mendatang memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat.

1. Salat sebagai Pilar Utama Kehidupan

Alpha menekankan bahwa salat adalah tiang agama yang harus dijadikan prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Selama bulan Ramadan, umat Islam telah terbiasa dengan disiplin dalam menjalankan salat, sehingga kebiasaan ini harus terus dijaga.

Selain sebagai bentuk ibadah, salat juga memiliki manfaat dalam menanamkan nilai kebersamaan, ketenangan jiwa, kedamaian batin, serta harapan dalam menghadapi kehidupan.

2 dan 3. Tadarus Al-Qur’an dan Doa sebagai Benteng Perlindungan

Membiasakan diri untuk membaca dan memahami Al-Qur’an adalah langkah penting dalam memperkuat spiritualitas seseorang. Selain itu, doa juga menjadi perisai bagi individu dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Alpha menekankan bahwa mengajarkan anak-anak untuk berdoa sejak dini dapat menjadi benteng perlindungan dari berbagai bahaya, baik yang tampak maupun yang tidak terlihat.

4. Akhlak dan Teladan Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga harus mencakup pembentukan akhlak yang mulia.

Alpha mengingatkan pentingnya mengajarkan anak-anak untuk hidup sederhana, bersyukur atas rezeki yang diterima, serta berbagi dengan sesama. “Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara luas,” katanya.

Khotbah Salat Id di UMM: 8 Pilar Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Zaman yang Tak Menentu
Jamah Salat Id di Universitas Muhammadiyah Malang. foto: umm

5. Tauhid sebagai Fondasi Keimanan

Sebagai dasar dari ajaran Islam, tauhid harus ditanamkan dalam keluarga sejak dini. Alpha mencontohkan bagaimana Luqman dalam Al-Qur’an mengajarkan tauhid kepada anaknya sebagai prinsip utama dalam kehidupan.

“Menanamkan kesadaran akan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya, seperti matahari, bulan, dan hujan, dapat menjadi metode efektif dalam memperkenalkan konsep keimanan kepada anak-anak,” terang Alpha.

6. Melanjutkan Tradisi Kebaikan Ramadan

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan latihan spiritual, termasuk tahajjud, sedekah, dan puasa. Alpha mengingatkan bahwa amalan-amalan baik ini tidak seharusnya hanya dilakukan selama bulan Ramadan, tetapi juga harus dipertahankan di bulan-bulan lainnya.

Menjadikan kebiasaan baik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari adalah tanggung jawab keluarga dalam membentuk karakter anak-anak mereka.

7 dan 8. Cerita Inspiratif Keagamaan dan Solidaritas Keluarga

Menceritakan kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh Islam dapat menjadi cara efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak.

Alpha menekankan bahwa keluarga harus menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya untuk berbagi suka dan duka. Dengan membangun solidaritas yang kuat, keluarga akan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Di akhir acara, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terciptanya suasana kondusif untuk proses pembelajaran di UMM.

Dia juga memberikan apresiasi kepada panitia Ramadan yang telah menyelenggarakan berbagai program keagamaan yang inspiratif.

“Harapannya, semangat spiritual yang telah ditempa selama Ramadan dapat terus berlanjut dan membawa energi positif dalam membangun peradaban yang lebih bermartabat,” terang wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu.

Dengan memahami dan menerapkan delapan pilar ketahanan keluarga ini, diharapkan umat Islam dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman serta mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan spiritual yang tinggi. (wh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *