Menyempurnakan Hidayah Di Hari Kemenangan

Menyempurnakan Hidayah Di Hari Kemenangan

*)Oleh: Afifun Nidlom

الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي هدانا للإسلام وأرسل إلينا نبيَّه محمدًا أفضلَ الأنام، فبيَّن برسالته الحلال والحرام، وفصَّل أحكام الصلاة والصيام، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملكُ العلاَّم، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسولُه أفضل من صلَّى لربِّه وصام، صلَّى الله عليه وعلى آله وأصحابه البَرَرةِ الكرام، وسلَّم تسليماً كثيراً ما دامت الليالي والأيام.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd
Kaum Muslimin rahimakumullah!

Di pagi hari ini kita layak bersyukur, karena Allah mempertemukan kita dengan hari raya Idulfitri, hari kemenangan.

Allah menghendaki agar kita menyempurnakan bilangan berpuasa kita dan mengagungkan Allah sebagai tanda kita memperoleh hidayah dan menjadi hamba yang bersyukur.

Allah menyatakan;
وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ }
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. [Surat Al-Baqarah: 185].

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd

Kaum Muslimin rahimakumullah!

Ada 4 K yang dapat kita renungkan pada hari Idulfitri kita ini. Hikmah dari ibadah di bulan Ramadan. Untuk menyempurnakan hidayah.

Semoga kita semua mengingatnya dengan baik, yaitu:

1. Kecerdasan memilah dan memilih perkataan

Rasulullah SAW menyatakan, bahwa Allah tidak butuh puasa orang yang tidak dapat meninggalkan perkataan keji dan kotor.

Orang yang memiliki kecerdasan memilah dan memilih perkataan diberikan kabar gembira oleh Allah SWT, firman-Nya
… فَبَشِّرْ عِبَادِ ۞ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللّٰهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ ۞

Oleh itu gembirakanlah hamba-hamba-Ku yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan mengikuti yang sebaik-baiknya; mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

Maka, selama bulan Ramadan kita diberikan nasehat secara terus menerus. Agar perkataan yang kita dengar adalah kebaikan. Nabi SAW bersabda:

لَنْ يَشبَعَ المُؤمِنُ مِنْ خَيْرٍ يَسمَعُهُ حَتَّى يَكُونَ مُنْتَهَاهُ الْجَنَّةُ. (رواه الترمذي)

“Orang yang beriman itu tidak pernah puas mendengarkan hal-hal yang baik sampai dia menuju surga.” (HR. At-Tirmidzi, dan dishahihkan Al-Hakim 4/129).

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd
Kaum Muslimin rahimakumullah!

2. Keakraban bersama Al-Qur’an

Selama bulan Ramadan setiap muslim dibiasakan mentadarus Al-Qur’an.

Para ulama menasehatkan, bahwa seseorang yang tidak mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadan maka tidak ada hal yang dapat menjamin ia dapat mengkhatamkan di luar bulan Ramadan.

Nabi mengapresiasi setiap muslim yang ingin menguasai Al-Qur’an. Beliau bersabda:

“Yang terbaik dari kalian adalah yang mau belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd
Kaum Muslimin rahimakumullah!

3. Kelezatan dalam ketaatan

Allah menciptakan manusia dari unsur roh dan jasad. Roh berasal dari sisi Allah, sedangkan jasad dari tanah.

Tanah dari bumi, Allah menyatakan bahwa bumi ini awalnya tidak bisa tenang, bergejolak terus hingga Allah tancapkan gunung menjadi pasak, lalu tenang dan dapat dihuni.

Ketika roh yang diberkati dimasukkan kedalam jasad manusia, maka roh amat sakit. Peristiwa perpindahan roh itu disebut musibah.

Allah menjadikan bulan Ramadan untuk kita, agar roh kita mengalami fase ketenangan dalam ketaatan.

Imam an Nawawi al Bantani menuturkan pengalamannya, bahwa beliau memperoleh kelezatan dalam ibadah itu ketika melakukan 4 hal. Yaitu: 1) Melakukan kewajiban yang Allah tetapkan; 2) Menjauhi hal yang Allah haramkan; 3) Menyeru kepada kebajikan; 4) Mencegah dari hal yang mungkar.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd
Kaum Muslimin rahimakumullah!

4. Keharmonisan keluarga
Momentum hari idul fitri untuk memperkuat jalinan silaturahmi. Jangan kotori dengan pamer duniawi dan iri dengki.

Pamer kelebihan rizki yang Allah titipkan, bisa jatuh pada sifat takabbur. Kata Nabi SAW, aplikasinya ada 2 yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia lainnya.

Bagi orang yang diuji oleh Allah dengan kurang rezeki, jangan sampai membuat hati iri dan dengki.

Tanda puasa seseorang itu baik adalah dengan terkikisnya iri dengki.

“Puasa di bulan sabar (Ramadan) dan puasa tiga hari setiap bulan dapat melenyapkan iri dengki dalam dada” (HR. Bukhari dari sahabat Abu Ya’la r.a.)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd
Kaum Muslimin rahimakumullah!

Semoga khutbah ini bermanfaat untuk hidup kita di dunia hingga di akhirat. Amin.

Marilah kita berdoa menutup rangkaian khutbah ini, semoga Allah mengijabahi.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللَّهُمَّ يَارَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ وَنُشْهِدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ. اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *