Puasa dan Taubat, Jalan Menuju Kemenangan Sejati

Puasa dan Taubat, Jalan Menuju Kemenangan Sejati

*)Oleh: Amrozi Mufida
Anggota Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh PDM Lamongan dan Wakil Ketua PCM Babat

Idulfitri merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam untuk mencari hakikat dan hikmah yang mendalam setelah melakukan amalan-amalan utama selama Bulan Suci Ramadaan yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai Bulan yang agung dan penuh barokah.

Oleh karena itu, ada 3 (hal) yang perlu saya sampaikan pada khutbah Idulfitri saat ini

1. Kabar Gembira Bagi yang Berpuasa (الترغيب للصائم )

Rasulullah SAW bersabda:
من صام يوما في سبيل الله باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا. رواه مسلم عن ابى سعيد الخدري رض
Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan dirinya dari neraka selama tujuh puluh tahun. HR Muslim dari Abu Said Al-Khudri RA

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah Maha Rahman Maha Rahim, yang selalu kita baca setiap hari pada waktu Salat, bahwa puasa sehari saja bisa menjauhkan kita dari siksa neraka selama 70 tahun. Jika kita puasa selama 30 hari berarti bisa menyelamatkan kita dari siksa neraka selama 2.100 tahun. Betapa Maha Kasih dan Maha Sayangnya Allah kepada kita.

Padahal untuk hitungan hari di alam dunia dan di alam akhirat juga berbeda

Allah SWT berfirman:
تعرج الملائكة والروح إليه في يوم كان مقداره خمسين الف سنة. المعارج(٧٠): ٤
Semua malaikat, khususnya malaikat Jibril, naik menghadap-Nya (Allah) dalam sehari (di alam akhirat) bandingannya sama dengan lima puluh ribu tahun (di alam dunia). QS Al-Ma’arij (70): 4

Sehingga Rasulullah SAW bersabda:
والذي نفسي بيده لا يدخل الجنة احد منكم بعمله. قالوا: ولا انت يا رسول الله. قال: ولا انا إلا ان يغمدني الله برحمة منه وفضل. رواه مسلم عن ابي هريرة رض
Demi Dzat yang diriku ada dikekuasaan-Nya, seseorang di antara kamu tidak akan bisa masuk surga semata-mata karena amal ibadahnya. Mereka (para sahabat) bertanya, “Termasuk engkau, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya, termasuk saya, kecuali bahwa Allah akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku.” HR Muslim dari Abu Hurairah RA

Sedangkan nikmat surga juga tidak bisa dibandingkan dengan nikmat yang ada di alam dunia yang fana ini

Di dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman:
اعددت لعبادي الصالحين مالا عين رات ولا اذن سمعت ولا خطر على قلب بشر. متفق عليه عن ابى هريرة رض
Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh suatu (nikmat di surga) yang tidak bisa dilihat oleh mata (di dunia), tidak bisa didengar oleh telinga (di dunia), dan tidak pernah terbersit pada hati (di dunia). HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah RA

2. Kabar Ancaman Bagi Yang Tidak Berpuasa (الترهيب لغير الصائم)

Rasulullah SAW bersabda:
من افطر يومامن رمضان من غير رخصة ولا مرض لم يقضه عنه صيام الدهر وإن صامه. متفق عليه عن ابى هريرة رض
Barangsiapa yang tidak berpuasa sehari di bulan Ramadhan, dengan tanpa keringanan dan tanpa sakit, maka tidak bisa ditebus dengan puasa selama satu tahun, meskipun dia ingin menebusnya. HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah RA

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang tidak berpuasa pada Bulan Ramadan dosanya sangat besar. Karena puasa merupakan salah satu dari Rukun Islam. Sehingga apabila ada orang Islam yang tidak berpuasa pada Bulan Ramadan, maka Islamnya kurang sempurna. Karena ini merupakan dosa besar, maka dia harus bertaubat.

Coba perhatikan, tidak berpuasa sehari saja, tidak bisa ditebus dengan puasa selama setahun. Padahal setahun ada 365 hari. Jika tidak berpuasa selama satu bulan, maka tidak bisa ditebus dengan puasa selama 10.950 hari. Padahal sehari di akhirat sama dengan 50.000 tahun di dunia.
Coba dihayati dan diresapi.

Rasulullah SAW bersabda:
كل بنى ادم خطاء وخير الخطائين التوابون. رواه الترمذي عن انس بن مالك رض
Semua Anak Adam (manusia) pasti pernah berbuat dosa. Dan sebaik-baik orang-orang yang berbuat dosa adalah bertaubat. HR Tirmidzi dari Anas bin Malik RA

Rasulullah SAW juga bersabda:
إن الله يقبل توبة العبد مالم يغرغر. رواه احمد عن ابن عمر رض
Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama dia belum dalam keadaan sakaratul maut. HR Ahmad dari Ibnu Umar RA

Menurut Ibnu Abbas RA, syarat taubat itu ada empat, yaitu :
1. Menyesal di hati
2. Banyak beristighfar dengan lisan
3. Berhenti berbuat maksiat dengan anggota tubuh
4. Bertekad tidak mengulangi perbuatan dosanya
قال إبن عباس: التوبة النصوحة الندم بالقلب والإستغفار باللسان والإقلاع بالبدن والإضمار على ان لا يعود إلى ما نهى الله عنه

3. Menyeimbangkan Hubungan dengan Allah dan dengan Manusia

Rasulullah SAW bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في ان يدع طعامه وشرابه. رواه البخاري عن ابى هريرة رض
Barangsiapa yang tidak bisa meninggalkan berkata bohong dan melakukan kebohongan serta melakukan kebodohan, maka Allah tidak membutuhkan dia dalam meninggalkan makan dan minumnya. HR Bukhari dari Abu Hurairah RA

Hadis ini menunjukkan bahwa kita harus menyeimbangkan hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.
Coba perhatikan, kalau ada orang berpuasa sedangkan dia masih suka berkata dusta, melakukan kebohongan, dan suka melakukan kebodohan, maka puasanya kurang sempurna menurut Allah. Ini artinya, disamping kita harus selalu berbuat baik kepada Allah, kita juga harus berbuat baik sesama manusia.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
اتدرون من المفلس. قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من امتي من ياتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة وياتي قد شتم هذا وقذف هذا واكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا. فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته فإن فنيت حسناته قبل ان بقضى ما عليه اخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح فى النار. رواه مسلم عن ابى هريرة رض
Apakah kamu tahu siapa orang yang bangkrut itu? Mereka (para sahabat) menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang sudah tidak punya dirham dan harta benda.” Tetapi beliau menjawab, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Tetapi, (pada saat di dunia) dia suka mencaci-maki orang, menuduh orang dengan tuduhan palsu, memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan suka memukul orang. Sehingga orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa orang-orang itu akan ditimpakan kepadanya. Kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka. HR Muslim dari Abu Hurairah RA.

Betapa bangkrutnya nasib orang seperti ini.

*) Disampaikan di Khutbah Idulfitri di Wedung Sedayulawas Brondong Lamongan, pada Senin (31/3/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *