Meraih Kebahagiaan Hakiki di Bulan Ramadan

Meraih Kebahagiaan Hakiki di Bulan Ramadan

*)Oleh: Dadang Prabowo
Pengajar di pondok SPEAM Pasuruan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله الذي هدانا للإسلام وهو خير الإنعام والصلاة والسلام على خير الأنام وعلى آله وصحبه إلى يوم القيام أما بعد

Hadirin jamaah salat Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Marilah kita bersyukur kepada Allah yang masih memberikan kenikmatan yang begitu melimpah, dan sebaik-baik kenikmatan adalah nikmat iman dan Islam. Kita adalah umat yang beruntung karena diberi petunjuk dan cahaya-Nya.

Tak seorang pun yang hidup di dunia ini menginginkan kehidupan yang sengsara. Semua ingin merasakan kebahagiaan, karena kebahagiaan adalah impian dan cita-cita setiap manusia. Namun, meskipun semua ingin bahagia, sedikit yang sampai kepada kebahagiaan yang sejati atau hakiki.

Kebahagiaan adalah kenikmatan yang bersumber dari hati, ketika seseorang bertemu dengan sesuatu atau seseorang yang dicintai atau diinginkan. Bertemunya dua hal ini membangkitkan kebahagiaan. Sebaliknya, kesedihan datang karena kehilangan sesuatu atau seseorang yang dicintai.

Kebahagiaan adalah nikmat yang paling tinggi bagi hati manusia, sedangkan kesedihan adalah siksaan. Kebahagiaan memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada Ridha. Ridha adalah kondisi hati yang tenang dan nyaman, sementara kebahagiaan adalah kebanggaan dan kesenangan. Orang yang bahagia pasti ridho, tetapi orang yang ridho belum tentu bahagia.

Bahagia adalah lawan dari sedih, dan rida adalah lawan dari benci. Kesedihan itu menyakitkan, namun kebencian belum tentu menyakitkan kecuali yang disertai dengan rasa dendam.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam Al-Qur’an, ada dua macam kebahagiaan: mutlak (tak terikat) dan muqayyad (terikat). Kebahagiaan yang terikat, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an, kadang menjadi celaan terhadap perbuatan tercela. Allah berfirman:

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءَ بِالْعُصْبَةِ أُوۤلِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

“Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka. Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, ‘Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.'” (Al-Qashas: 76)

Sedangkan kebahagiaan yang terikat terbagi menjadi dua:

  1. Bahagia yang terikat dengan dunia dan melalaikan karunia Allah
    Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
    فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (Al-A’raf: 96)

  1. Bahagia yang terikat dengan karunia dan rahmat Allah
    Bahagia ini terbagi menjadi dua jenis:

    • Bahagia yang terkait dengan sebab:
      Allah berfirman:
      قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

      “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.'” (Yunus: 58)

    • Bahagia yang terkait dengan pemberi sebab:
      Allah berfirman:
      فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

      “Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepada mereka dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Ali Imran: 170)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Allah menyuruh kita untuk berbahagia karena karunia dan rahmat-Nya, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.” (Yunus: 57)

Kenapa Allah mengutamakan kebahagiaan dengan Al-Qur’an, petunjuk, dan rahmat-Nya? Karena perkara-perkara tersebut lebih kekal dan abadi dibandingkan dengan nikmat dunia yang sementara.

Orang yang berpuasa juga mendapatkan dua kebahagiaan: bahagia saat berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan Tuhannya. Nabi Muhammad bersabda:

للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه (Muttafaq ‘alayh)

Ibnu Rajab memberi komentar bahwa orang yang berpuasa akan merasakan kebahagiaan saat berbuka karena telah menjalani hari dengan menahan lapar dan dahaga. Allah sendiri sangat menyukai hamba-Nya yang menyegerakan buka puasa. Dalam satu waktu, Allah juga melarang hamba-Nya untuk berpuasa tanpa berbuka.

Waktu berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi bersabda:
“Bagi orang yang berpuasa, doanya tidak tertolak ketika berbuka.”

Kebahagiaan kedua adalah bertemu dengan Tuhan, yang merupakan pahala yang tersimpan bagi orang yang berpuasa, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرٌ وَأَعْظَمُ أَجْرًا

“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu akan menemukannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya.” (Al-Muzzammil: 20)

Demikian kultum Ramadan kali ini. Semoga di bulan Ramadan ini kita meraih kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang hanya dapat kita peroleh melalui karunia dan rahmat Allah.

.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *