*) Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
“A heart that is full of love will emit kindness. Hearts full of hate will emit evil.”
(Hati yang penuh cinta akan memancarkan kebaikan. Hati yang penuh benci akan memancarkan kejahatan)
Baik buruknya seseorang sangat tergantung pada hatinya. Jika hatinya lurus, maka perilakunya juga baik, begitu juga sebaliknya.
Mari kita merenungkan tentang tiga jenis hati manusia yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Hati yang Sehat (Qalbun Salim)
Hati yang sehat adalah hati yang bersih dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, riya, dan lainnya. Hati ini selalu terhubung dengan Allah SWT, tunduk kepada-Nya, dan senantiasa berusaha untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Hati yang sehat akan membawa ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi pemiliknya. Orang-orang yang memilik hati ini akan selamat pada hari Kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ﴿٨٨﴾ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allâh dengan hati yang bersih.”(Qs. Asy-Syu’ara’: 88-89)
Jadi, qalbun salîm adalah hati yang selamat dari perbuatan syirik. la hanya mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allâh semata, baik dalam kehendak, cinta, tawakal, inâbah (taubat), merendahkan diri, khasyyah (takut), raja’ (pengharapan).
2. Hati yang Sakit (Qalbun Maridh)
Hati yang sakit adalah hati yang masih memiliki keimanan, namun di dalamnya terdapat penyakit hati yang menggerogoti. Penyakit hati ini bisa berupa iri, dengki, sombong, riya, dan lainnya. Hati yang sakit akan menyebabkan seseorang tidak tenang dalam hidupnya, selalu merasa gelisah, dan sulit untuk merasakan kebahagiaan.
3. Hati yang Mati (Qalbun Mayyit)
Hati yang mati adalah hati yang sudah tidak memiliki keimanan sama sekali. Hati ini tertutup dari hidayah Allah SWT, tidak lagi merasakan takut kepada-Nya, dan tidak memiliki rasa cinta kepada-Nya. Hati yang mati akan menyebabkan seseorang hidup dalam kesesatan, jauh dari kebenaran, dan akhirnya akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat kelak.
Keadaan Tiga Hati
Hati yang pertama selalu tawadhu’, lemah lembut dan sadar. Hati yang kedua hati yang sakit, ia bisa lebih dekat kepada keselamatan atau kepada kehancuran. Hati yang ketiga adalah kering dan mati. Allâh SWT menjelaskan ketiga jenis hati itu dalam firman-Nya,
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿٥٢﴾ لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ ﴿٥٣﴾ وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai sesuatu keinginan, syetan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allâh menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syetan itu dan Allâh menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allâh Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang keras hatinya. *Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa al-Qur’an itulah yang haq dari Rabbmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allâh adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (Qs.Al-Hajj : 52-54)
Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjaga hati kita agar tetap sehat. Caranya adalah dengan selalu berdzikir kepada Allah SWT, membaca Al-Qur’an, bergaul dengan orang-orang yang saleh, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat menyebabkan penyakit hati.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang memiliki hati yang sehat dan selamat.
Semoga bermanfaat. (*)