1.095 Hari Perjuangan Umsida Wujudkan Impian Buka Prodi Kedokteran

www.majelistabligh.id -

Sejak tahun 2022, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah memulai langkah strategis untuk mewujudkan pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Perjalanan panjang yang penuh tantangan ini akhirnya membuahkan hasil ketika Umsida berhasil mendapatkan izin operasional dan secara resmi membuka Prodi Kedokteran mulai tahun akademik 2025-2026.

Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh menegaskan bahwa pembukaan Prodi Kedokteran didasarkan pada beberapa faktor penting. Pertama, kebutuhan akan tenaga medis, khususnya dokter, masih sangat tinggi di Indonesia, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, peningkatan kesehatan hanya dapat tercapai apabila tenaga medis yang kompeten tersedia dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itu, Umsida merasa terpanggil untuk ikut serta dalam menyiapkan tenaga dokter yang profesional dan berintegritas,” katanya seperti dilansir dilaman resmi Umsida, Sabtu (15/3/2025).

Faktor kedua yang mendorong pembukaan Prodi Kedokteran, sebut dia,  adalah kebijakan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah melakukan pemetaan terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah yang dianggap memiliki potensi dan kelayakan untuk membuka fakultas kedokteran.

“Dari hasil pemetaan tersebut, Umsida dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi yang memenuhi kriteria untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran,” ujar wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ini.

Ketiga, Umsida telah memiliki Rencana Strategis (Renstra) 2022-2026 yang mencakup pengembangan program studi baru. Salah satu prodi yang menjadi prioritas dalam rencana pengembangan ini adalah Prodi Kedokteran. Dengan demikian, sejak tahun 2022, Umsida mulai menjalankan berbagai tahapan guna mewujudkan prodi ini.

***

Perjalanan Umsida dalam mewujudkan Prodi Kedokteran tidaklah mudah. Untuk memastikan kelancaran proses, Umsida membentuk tim Persiapan Pembukaan Fakultas Kedokteran (PPFK) yang bertugas menyiapkan segala aspek yang diperlukan. Selain itu, Umsida juga melibatkan tim Task Force yang membantu dalam pemenuhan persyaratan administratif dan akademik.

Pada tahun 2022, Umsida mengunggah seluruh dokumen persyaratan ke dalam sistem Siaga Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Namun, tidak lama setelah itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang mengatur bahwa perguruan tinggi di Pulau Jawa yang ingin membuka Prodi Kedokteran harus memiliki akreditasi institusi dengan predikat unggul atau A. Pada saat itu, Umsida masih berstatus akreditasi B, sehingga proses pengajuan harus dihentikan sementara.

Meskipun menghadapi kendala besar, Umsida tidak menyerah. Kampus ini segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat peningkatan akreditasi institusi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan jumlah program studi yang memperoleh akreditasi unggul. Setelah berbagai upaya dilakukan, akhirnya pada 19 Maret 2024, Umsida berhasil meraih akreditasi unggul. Dengan pencapaian ini, proses pembukaan Prodi Kedokteran dapat kembali dilanjutkan.

Sebagai bagian dari persiapan akademik, Umsida menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Siti Khodijah sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi mahasiswa kedokteran. RS Siti Khodijah merupakan rumah sakit tipe B yang telah memenuhi syarat untuk menjadi rumah sakit pendidikan.

Selain itu, RS ini juga telah menyediakan satu gedung khusus yang difungsikan sebagai pusat pendidikan kedokteran. Gedung ini dilengkapi dengan ruang diskusi, ruang praktik, serta fasilitas lain yang mendukung pembelajaran mahasiswa, terutama dalam bidang pencegahan penyakit, termasuk tuberkulosis.

Selain fasilitas fisik, Umsida juga memastikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar langsung dari dokter-dokter klinis yang bertugas di RS Siti Khodijah. Para dokter ini akan berperan sebagai dosen praktisi yang memberikan wawasan dan pengalaman nyata dalam dunia medis.

***

Setelah berhasil membuka Prodi Kedokteran, Umsida tidak berhenti sampai di sini. Kampus yang dikenal sebagai “Kampus Pencerah” ini telah menyusun berbagai rencana pengembangan jangka panjang guna mendukung pertumbuhan Fakultas Kedokteran.

Salah satu rencana strategis yang akan segera diwujudkan adalah pembangunan Rumah Sakit Umsida di Kampus 3. Rumah sakit ini nantinya akan berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan, sebagaimana RS Siti Khodijah. Selain itu, Umsida juga merencanakan pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) di Sekardangan, yang akan difokuskan pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran, Umsida juga berencana membuka program studi baru lainnya, termasuk S2 Hukum, S2 Ilmu Komunikasi, S2 Administrasi Publik, serta Program Studi Keperawatan Anestesi. Semua langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan profesional lainnya di Indonesia.

Hidayatulloh, menegaskan bahwa kesuksesan dalam pembukaan Prodi Kedokteran tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari internal Umsida, PP Muhammadiyah, hingga mitra rumah sakit yang telah membantu dalam menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran semua proses yang telah dilalui.

“Semua ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen yang kuat. Kami mendapatkan dukungan penuh dari banyak pihak sehingga semua kebutuhan dapat terpenuhi. Alhamdulillah, semuanya disetujui dan berjalan tanpa kendala berarti,” ujar Hidayatulloh.

Dengan dibukanya Prodi Kedokteran, imbuh dia, Umsida semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkontribusi dalam mencetak tenaga medis berkualitas.

Harapannya, lulusan dari Prodi Kedokteran Umsida dapat menjadi dokter yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. (wh)

 

Tinggalkan Balasan

Search