106 Kloter Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Madinah, Suhu Capai 40 Derajat

www.majelistabligh.id -

Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung lancar. Hingga Rabu (7/5) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 106 kloter telah mendarat dengan selamat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz  (AMAA), Madinah. Jumlah ini sebesar 20,19 persen dari total 525 kloter yang dijadwalkan akan tiba di Tanah Suci.

Menurut data resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), total jemaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 41.194 orang, termasuk 8.950 jemaah lanjut usia (lansia). Angka ini setara dengan 21,73 persen, menandakan perlunya perhatian dan penanganan khusus, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Madinah.

Hingga pukul 10.00 WAS hari ini, sebanyak 14 kloter telah diberangkatkan, meliputi 5.369 jemaah termasuk 1.143 lansia. Kloter pertama hari ini berasal dari SOC 20 (Solo) yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia GA 6120 pukul 00.00 WAS. Sementara kloter terakhir hari ini, SUB 20 (Surabaya) dijadwalkan lepas landas dengan Saudi Airlines 5323 pada pukul 23.30 WAS atau 03.30 WIB.

Di sisi lain, PPIH juga menyampaikan kabar duka, satu jemaah asal Banjarnegara, Jawa Tengah, bernama Daimah, dilaporkan wafat. PPIH telah melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Cuaca di Madinah pada Rabu (7/5) diprediksi sangat panas. Data prakiraan cuaca dari AccuWeather menyebutkan suhu maksimum mencapai 40 derajat Celsius, dengan kondisi matahari terik dan berdebu (hazy sun).

Pukul 10.01 WAS, suhu telah menyentuh 30 derajat, terasa seperti 31 derajat. Meski berada di tempat teduh, suhu tetap terasa panas di angka 28 derajat. Angin berembus dari arah timur laut dengan kecepatan 20 km/jam, disertai hembusan hingga 33 km/jam.

Kondisi udara turut menjadi perhatian. Berdasarkan Air Quality Index (AQI), kualitas udara dikategorikan tidak sehat (unhealthy). Jemaah, terutama lansia dan yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, hipertensi, maupun jantung, disarankan untuk menghindari paparan udara luar terlalu lama.

Melihat kondisi cuaca dan kesehatan, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. M. Imran mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pelindung kepala seperti topi atau payung dan meminum air putih secara cukup dan teratur.

“Perbanyaklah istirahat dan segera melapor ke petugas jika mengalami gejala kelelahan fisik dan sesak nafas”, ujarnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search