Proses perpindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah memasuki hari kelima. Hingga Rabu (14/5) pagi, sebanyak 24.465 jemaah dari 63 kloter telah tiba di Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Pemindahan ini berlangsung secara bertahap dari hotel-hotel di Madinah menuju titik miqat di Bir Ali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Haram.
Hingga hari ini, jumlah jemaah yang wafat dilaporkan mencapai 11 orang, terdiri atas tujuh laki-laki dan empat perempuan. Mayoritas dari mereka merupakan jemaah lansia dengan riwayat penyakit bawaan. Proses pemantauan kesehatan terus dilakukan oleh petugas agar risiko serupa dapat diminimalkan.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan, pihaknya mengandalkan sistem satu data kesehatan jemaah untuk memantau kondisi kesehatan jemaah haji secara menyeluruh selama masa operasional haji 1446 H/2025 M.
Satu data tersebut menghimpun rekam medis jemaah, catatan komorbid, hasil pemeriksaan kesehatan, hingga intervensi medis yang telah diberikan. Data ini terkoneksi antar tim kesehatan di kloter, sektor, dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sehingga petugas dapat mengambil tindakan berbasis informasi yang akurat dan terkini.
“Melalui data ini, kami bisa menentukan siapa yang butuh pemantauan ketat, siapa yang harus dibatasi aktivitasnya, bahkan siapa yang harus segera dirujuk ke fasilitas layanan lebih lanjut,” kata Liliek dalam konferensi pers Kabar Haji untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (14/5/2025).
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), total jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi mencapai 91.499 orang atau sekitar 45 persen dari total kuota nasional yang berjumlah 203.320 jemaah. Mereka tergabung dalam 235 kloter dari 525 kloter yang direncanakan berangkat tahun ini.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dalam gelombang keberangkatan. Tercatat 19.706 jemaah lansia atau sekitar 21,54 persen dari total jemaah yang telah tiba di Arab Saudi. Pada hari ini saja, enam kloter diberangkatkan ke Tanah Suci dengan total 2.402 jemaah, termasuk 538 jemaah lansia.
Kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, khususnya lansia. Berdasarkan laporan prakiraan cuaca Rabu pagi dari The Weather Channel, suhu di Makkah sudah mencapai 39°C sejak pukul 09.09 WAS dan diperkirakan naik hingga 45°C pada siang hari. Kelembapan sangat rendah di angka 11 persen, disertai angin 19 km/jam, dengan indeks UV di level 5 dari 11.
Di Madinah, suhu mencapai 34°C pada pagi hari dan diperkirakan naik hingga 41°C. Kelembapan berkisar 14 persen, angin bertiup 23 km/jam, dan langit cerah tanpa potensi hujan.
Petugas haji mengimbau jemaah untuk menghindari paparan langsung sinar matahari, mengonsumsi air yang cukup, dan menggunakan pelindung kepala saat berada di luar ruangan. Langkah ini penting untuk mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.
Fase pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah masih akan berlanjut hingga seluruh kloter menyelesaikan miqat di Bir Ali dan tiba di Makkah untuk menunaikan umrah wajib sebagai bagian dari tahapan awal ibadah haji tahun ini. (afifun nidlom)
