116 Santri Diwisuda, RTQ Aisyiyah Nganjuk Cetak Penghafal Al-Qur’an Sejak Usia Dini

www.majelistabligh.id -

Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula MAN 2 Nganjuk pada Ahad (1/6). Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ) Aisyiyah 01 Nganjuk bersama Pondok Pesantren Aisyiyah Nganjuk menggelar Wisuda Tahfidz ke-5. Sebanyak 116 santri dari berbagai jenjang usia, mulai dari TK hingga SMP, resmi diwisuda dengan capaian hafalan dari 1 hingga 17 juz Al-Qur’an.

Momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi RTQ Aisyiyah yang kini membina 300 santri aktif, wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Qur’ani dapat ditanamkan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan dan terarah.

“Kami ingin menyiapkan generasi Qur’ani yang unggul, tidak hanya dalam hafalan tetapi juga dalam akhlak,” ujar Kepala RTQ Aisyiyah 01 Nganjuk, Dhian Septi Hidayah, S.Pd.

116 Santri Diwisuda, RTQ Aisyiyah Nganjuk Cetak Penghafal Al-Qur’an Sejak Usia Dini
Para asatidz membersamai para santri saat Wisuda Tahfidz ke-5, Ahad (1/6). (foto:ist)

Acara yang dipadati sekitar 600 undangan ini turut dihadiri para tokoh penting, seperti Plt Kepala Kemenag Kabupaten Nganjuk, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk, Ketua PCM dan PCA Kecamatan Nganjuk, hingga Koordinator PAUD dan Dasmen PDA Nganjuk. Para tamu undangan memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan RTQ dalam mencetak generasi cinta Al-Qur’an di tengah arus digital yang kian deras.

Pengasuh Ponpes Aisyiyah Nganjuk, Istiadah, S.PdI, menegaskan bahwa pendidikan tahfidz bukan hanya soal target hafalan.

“Kami tanamkan pada santri bahwa menghafal Al-Qur’an adalah jalan hidup yang mulia. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga kuat spiritual dan moralnya,” ujarnya.

Acara wisuda makin menarik karena menghadirkan narasumber istimewa: Kak Ari Prabowo, ST, Ketua Persatuan Pencerita Muslim Indonesia dari Yogyakarta. Lewat kisah inspiratif bertajuk “Kemuliaan Para Penghafal Al-Qur’an”, Kak Ari memukau peserta wisuda dan tamu undangan. Dengan gaya khas pencerita muslim, ia mengajak para santri menjaga hafalan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan penuh juga datang dari 31 ustadz dan ustadzah yang setiap hari setia membimbing para santri. Mereka tak hanya mengajarkan hafalan, tetapi juga membina karakter dan kedisiplinan.

“Kami merasa menjadi bagian dari proses besar ini. Setiap anak yang lancar menghafal adalah kebahagiaan bagi kami,” ungkap salah satu ustadzah.

Wisuda ke-5 ini menjadi momentum penting bagi RTQ dan Ponpes Aisyiyah untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, lembaga ini berkomitmen memperluas jangkauan dakwahnya, menjangkau lebih banyak anak, dan memperkuat program pendidikan Qur’ani yang berkualitas di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. (ro/dar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search