1,2 Juta Boks Makanan Siap Saji untuk Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji

www.majelistabligh.id -

Tim Amirul Hajj yang terdiri dari Arif Satria, Muhadjir Effendy, dan Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan ke salah satu pabrik makanan siap saji milik perusahaan Manaf di sekitar Kota Makkah, Sabtu (1/6/2025). Kedatangan tim untuk memastikan kebutuhan logistik jemaah haji Indonesia terpenuhi selama puncak ibadah haji,

Pabrik milik perusahaan asal Arab Saudi tersebut merupakan mitra resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang akan memproduksi sekitar 1,2 juta boks makanan siap saji. Makanan tersebut dijadwalkan untuk dikonsumsi oleh jemaah Indonesia pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1446 H, bertepatan dengan masa-masa krusial pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Makanan siap saji ini sangat dibutuhkan karena selama masa puncak haji, mobilitas transportasi sangat terbatas. Maka, layanan katering digantikan sementara dengan makanan siap saji agar jemaah tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Arif Satria saat meninjau fasilitas produksi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut melihat langsung proses produksi makanan dan mencicipi sejumlah menu yang akan diberikan kepada jemaah. Menu khas nusantara seperti nasi uduk, ayam opor, ayam semur, dan beberapa varian lainnya disiapkan secara higienis dan sesuai standar gizi.

Makanan ini dikemas dalam bentuk yang praktis, mudah dipanaskan, dan siap konsumsi tanpa perlu alat masak tambahan. Dengan demikian, jemaah tetap bisa menikmati makanan layak tanpa terganggu keterbatasan logistik selama masa puncak ibadah.

Menariknya, dalam kesempatan itu, Arif Satria juga menyoroti peluang kerja sama antara perusahaan penyedia makanan seperti Manaf dengan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai banyak inovasi pangan dari kampus-kampus yang bisa dihilirisasi dan dimanfaatkan dalam skala besar seperti layanan haji.

“Perguruan tinggi kita punya banyak inovasi produk pangan. Ini bisa menjadi peluang bagi BPKH untuk menggandeng mereka, menghadirkan solusi gizi yang tepat untuk jemaah, sekaligus memperkuat ekosistem industri halal,” tambahnya.

Langkah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan lokal Arab Saudi sekaligus membuka pintu kerja sama lintas negara dan lintas institusi demi pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search