4 Kunci Pendidikan Islam: Rahasia Sukses Mendidik Anak ala Al-Ghazali

www.majelistabligh.id -

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr. Sholihin Fanani menyampaikan tausiyah bertema ketakwaan dan pendidikan Islam di Masjid Al Badar, Jalan Kertomenanggal, Surabaya, pada Sabtu (14/3/2025) malam.

Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya membangun ketakwaan sebagai fondasi kehidupan, peran doa dalam pendidikan anak, serta metode mendidik anak menurut perspektif Islam.

Tausiyah yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini memberikan wawasan baru bagi jamaah dalam menjalani ibadah Ramadan sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Acara yang dihadiri ratusan jamaah tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme. Para hadirin tampak serius menyimak tausiyah yang disampaikan Dr. Sholihin, yang mengupas berbagai aspek keislaman dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ustaz Sholihin mengawali tausiyahnya dengan membahas makna ketakwaan berdasarkan Al-Qur’an. Ia merujuk pada Surat Al-Hadid ayat 9 dan Surat Ali Imran ayat 134, yang menjelaskan bahwa orang bertakwa memiliki tiga ciri utama.

“Ciri pertama, mereka yang bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, mampu menahan amarah. Ketiga, memiliki sifat pemaaf,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketakwaan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga mencerminkan perilaku yang baik kepada sesama manusia.

Ustaz Sholihin juga menyoroti peran doa dalam membentuk anak yang cerdas dan berakhlak mulia. Ia mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam membimbing dan mendoakan anak-anak mereka.

“Jika ingin anak menjadi pintar, pertama-tama mereka harus bertakwa. Yang kedua, banyak berdoa. Ada doa yang tidak boleh lepas dari orang tua, yakni doa untuk kebaikan anak-anaknya,” tambahnya.

Dia juga mengajak para orang tua untuk selalu membiasakan anak-anak mereka dengan bacaan doa yang diajarkan dalam Islam, terutama doa memohon ilmu dan keberkahan.

4 Kunci Pendidikan Islam: Rahasia Sukses Mendidik Anak ala Al-Ghazali
Jamaah Masjid A Badar Kertomenanggal melaksanakan salat tarawih. foto: mamak

Konsep Pendidikan dalam Islam

Dalam tausiyahnya, Ustaz Sholihin menjelaskan konsep pendidikan dalam Islam yang disebut dengan “Empat T”, yaitu Tilawah, Tazkiyah, Ta’lim, dan Tawfiq.

1. Tilawah – Membaca Al-Qur’an dengan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar membaca secara lisan.

2. Tazkiyah – Mensucikan hati dari sifat-sifat negatif agar ilmu mudah diterima.

3. Ta’lim – Memahami ilmu dengan bijak serta mengambil pelajaran dari berbagai kejadian.

4. Tawfiq – Memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah dalam setiap proses pendidikan.

“Orang yang ingin sukses dalam pendidikannya harus menguasai empat konsep ini. Tilawah untuk memperkuat pemahaman agama, tazkiyah untuk menjaga kebersihan hati, ta’lim agar bisa memetik hikmah, dan tawfiq sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah,” jelasnya.

Ustaz Sholihin juga mengutip pendapat Imam Al-Ghazali mengenai lima cara mendidik anak dengan baik, yaitu:

  • Tidak membiasakan anak dengan makanan mewah – Agar mereka tumbuh dengan kesederhanaan.
  • Tidak membiasakan anak tidur di tempat yang terlalu nyaman – Untuk membentuk ketahanan mental dan fisik.
  • Tidak membiasakan anak berpakaian mewah – Agar mereka tidak terbiasa dengan kemewahan yang berlebihan.
  • Tidak mudah mengabulkan permintaan anak – Agar anak belajar berusaha dan tidak mudah meminta-minta.
  • Tidak memarahi anak di depan umum – Karena dapat merusak kepercayaan diri dan perkembangan emosional mereka.

“Anak yang sering dimarahi, apalagi di depan orang banyak, akan mengalami gangguan psikologis. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa sekali anak dimarahi, bisa memutus 350 ribu sel saraf dalam otaknya,” ungkapnya.

Di akhir tausiyah, Ustaz Sholihin mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, baik dalam aspek spiritual maupun pendidikan anak.

“Ramadan adalah saat yang tepat untuk menanamkan kebiasaan baik, mendidik anak dengan nilai-nilai Islam, serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah,” tegasnya. (wh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search