Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam merupakan sosok uswatun hasanah (teladan yang baik), dapat menjadi panutan bagi orangtua dalam mendidik anak-anak.
Menurutnya, cara mendidik anak seperti yang diajarkan oleh Rasulullah memiliki nilai akhlakul karimah.
“Semua langkah-langkah Nabi Muhammad adalah kebaikan dan keindahan. Termasuk pendidikan maha luhur terkait bagaimana mendidik anak-anak beliau menjadi generasi sukses dunia akhirat.”
Lalu bagaimana cara Nabi Muhammad sang Rasulullah mendidik anak agar sukses dunia akhirat? Untuk setiap ayah-bunda, berikut enam cara mendidik anak ala Rasulullah:
1. Mengenalkan Allah sejak dini, yaitu dari bayi hingga dewasa.
Mengenalkan ketauhidan, siapa Allah dan tujuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia.
Kemudian senantiasa membangun karakter sejak dini, seperti membentuk akidah dan keimanan yang menjadi tonggak awal sukses dan tidaknya anak-anak ke depannya. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” (QS .Luqman: 13)
2. Mengajarkan pendidikan agama dan akhlak (moral).
Nabi Muhammad memberikan tauladan dan petunjuk, baik teguran ketika seorang anak yang telah berbuat kesalahan, serta memberi pujian jika itu baik.
“Nabi mengajarkan anak-anak beliau akhlak karimah, Akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap sesama manusia, termasuk kepemimpinan, kesabaran dan kesederhanaan hidup.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, bersabda:
قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}.
“Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.” (HR. Imam At-Tirmidzi – Imam Al-Hakim)
3. Mengajarkan tanggung jawab dan amanah, seperti menjalankan tugasnya sebagai manusia yakni dengan melaksanakan perintah Allah, sejak dini mengajarkan shalat dan kewajiban kewajiban lainnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.
Arti sabda tentang mendidik anak itu yakni: “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan shalat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita)”. (HR Abu Dawud)
4. Limpahkan kasih sayang sebaik mungkin.
Ajarkan keterbukaan dalam komunikasi dan informasi dalam segala aspek kehidupan, sehingga Anak merasa nyaman ketika berhadapan dengan orang tuanya.
5. Ajarkan memilih kawan yang baik.
Tumbuhkan lingkungan yang sehat, dan penuh kebahagiaan sehingga akan tercipta generasi yang kuat. “Nabi Muhammad dari mulai kecil berada di lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat lahir dan batin di tengah degradasi moral kaum Quraisy pada waktu itu.”
Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat hadist, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.
“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman,” (HR Imam .Abu Dawud-Imam Ahmad)
6. Para orang tua jangan pernah lupakan berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk anak-anaknya yang terbaik.
“Jangan tanggung-tanggung ketika meminta kepada Allah buat anak-anak tercinta.”
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa, Robbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
robbij’alnii muqiimash-sholaati wa ming zurriyyatii robbanaa wa taqobbal du’aaa
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 40)
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَا بُ
robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu-miniina yauma yaquumul-hisaab
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”(QS. Ibrahim 14: Ayat 41). (*)
