Suasana ibadah haji 1446 H memasuki fase krusial. Hari ini, Senin (12/5/2025), tercatat 9.008 jemaah haji Indonesia tiba di Makkah setelah menempuh perjalanan dari Madinah di bawah suhu ekstrem yang mencapai 43°C.
Sebanyak 8.257 jemaah dari 21 kloter menjalani miqat di Bir Ali, kemudian diberangkatkan menggunakan 203 armada bus. Total 23 kloter berhasil mencapai Makkah hari ini, sementara 14 kloter lainnya—berjumlah 5.437 jemaah—masih dalam perjalanan. Ini menjadikan hari ketiga pemindahan jemaah sebagai salah satu hari dengan mobilitas tertinggi sejak fase keberangkatan dimulai.
Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, hingga pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 18.00 WIB, sebanyak 206 kloter telah tiba di Madinah, atau 39,24 persen dari total rencana 525 kloter. Jemaah yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 80.107 orang, atau 39,4 persen dari kuota nasional sebesar 203.320.
Satu hal yang menjadi perhatian serius adalah meningkatnya jumlah jemaah lansia. Sebanyak 17.350 jemaah berusia lanjut telah tiba di Tanah Suci—setara 21,66 persen dari total keberangkatan. Hari ini saja, 13 kloter dengan total 4.999 jemaah diberangkatkan, termasuk 1.065 jemaah lansia.
Di sisi lain, jumlah jemaah yang wafat bertambah menjadi 8 orang, terdiri dari 5 laki-laki dan 3 perempuan. Petugas Haji mengingatkan bahwa lansia dan jemaah dengan komorbid memerlukan perhatian dan pendampingan khusus di tengah suhu ekstrem.
The Weather Channel melaporkan suhu di Makkah mencapai 42°C dengan prediksi puncak harian hingga 43°C. Tingkat kelembapan sangat rendah—hanya 10 persen—serta kecepatan angin 14 km/jam, dengan Indeks UV mencapai 10 dari skala 11.
Di Madinah, kondisi serupa terjadi: suhu 41°C, kelembapan 6 persen, dan angin 26 km/jam. Indeks UV yang tinggi disertai tekanan udara rendah (1.010 mb) mempercepat risiko dehidrasi, heat stroke, dan kelelahan.
Paparan sinar matahari pada level UV ekstrem ini bisa menyebabkan luka bakar kulit dalam waktu 15 menit jika tanpa pelindung.
Dengan kondisi cuaca yang sangat panas dan kering, para petugas haji mengimbau jemaah—terutama lansia—untuk memperbanyak istirahat, menjaga hidrasi, dan menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
Petugas juga mendorong pemanfaatan fasilitas yang tersedia seperti bus Shalawat, lift hotel, dan ruang tunggu ber-AC untuk mengurangi risiko kelelahan dan heat stroke. (afifun nidlom)
