Melalui proses musyawarah mufakat, Abdul Hamid, S.Kep resmi ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pamekasan periode 2023–2027.
Penetapan ini merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XVII yang digelar di Aula KH Ahmad Dahlan, Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Pamekasan, padaAhad (25/5/2025).
Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Musyda, Alief Raviananda, menjelaskan bahwa pemilihan dilakukan menggunakan sistem formatur.
Dari 17 calon, dipilih sembilan formatur dengan suara terbanyak. Masduki memperoleh suara tertinggi dengan 37 suara, disusul Abd Hamid dan Moh. Mansur yang masing-masing meraih 36 suara.
“Setelah terpilih, sembilan formatur menggelar rapat dan secara musyawarah mufakat menetapkan Abd Hamid sebagai Ketua PDPM Pamekasan,” ujar Alief.
Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa tanggung jawab ini tidak ringan, baik di hadapan para peserta musyawarah maupun di hadapan Allah SWT.
“Saya berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Pamekasan agar kita tetap solid membangun Pemuda Muhammadiyah Pamekasan yang lebih baik,” ucapnya.
Dia juga menegaskan komitmennya untuk membawa PDPM Pamekasan menjadi gerakan kader yang solid, dinamis, dan berpengaruh, yang mampu menyeimbangkan antara dakwah dan politik kebangsaan.
Hamid berharap, PDPM Pamekasan dapat memberi kontribusi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga global, serta menjalin kolaborasi aktif dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Daftar Sembilan Formatur Terpilih Musyda XVII PDPM Pamekasan:
- Masduki – 37 suara
- Abd Hamid – 36 suara
- Moh. Mansur – 36 suara
- Agus Yanto – 35 suara
- Syamsul Ma’arif – 34 suara
- Alief Raviananda – 34 suara
- Firman Firdaus – 33 suara
- Ach. Rofiqi – 32 suara
- Huddin Imam – 29 suara
Dengan terpilihnya Abdul Hamid sebagai nahkoda baru PDPM Pamekasan, diharapkan semangat regenerasi kepemimpinan di tubuh Pemuda Muhammadiyah terus terjaga.
Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun dengan semangat kolektif dan kolaboratif, PDPM Pamekasan diyakini mampu melahirkan program-program strategis yang berdampak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam dakwah Islam berkemajuan.
Musyda XVII ini pun menjadi momentum konsolidasi gerakan yang menunjukkan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah di Pamekasan siap tampil sebagai motor perubahan, baik di tingkat lokal maupun nasional. (wahyudi)
