Abdul Mu’ti Deklarasikan Gerakan #RukunSamaTeman di Garut

Menteri Abdul Mu’ti bersama murid-murid SMPN 1 Tarogong Kaler, Garut. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus bergerak menyosialisasikan Gerakan #RukunSamaTeman kepada seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Gerakan ini untuk menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan.

“Pendidikan nasional bertujuan untuk membangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” kata Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat mendeklarasikan Gerakan #RukunSamaTeman di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, untuk menjadi generasi tersebut para murid harus memulai hari dari sebuah pembiasaan dan budaya yang baik. Salah satunya yaitu dengan melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial masyarakat.

“Dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia,” ucap Menteri Mu’ti.

Dalam Gerakan #RukunSamaTeman ini, murid adalah penggerak utama yang  disebut sebagai agen perubahan. Menjadi teman yang saling menyemangati, saling mengingatkan, serta menciptakan suasana yang ramah bagi semua.

Karena itulah, nama ‘agen perubahan’ ini diharapkan lahir dari para murid. Sebab murid yang setiap hari berada di sekolah, tahu betul bagaimana rasanya berteman, bekerja sama, dan menghadapi tantangan bersama, juga menjadi simbol harapan bersama, bahwa sekolah adalah tempat yang aman, dan nyaman.

Dalam lingkungan sekolah, masih ada teman-teman yang merasa takut, terkucilkan, atau mengalami perundungan tanpa berani bercerita. Ketika murid saling mendukung, saling peduli, dan berani berbicara, rasa aman itu tumbuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa dukungan antar teman bisa mengurangi risiko perundungan dan meningkatkan kesejahteraan di sekolah.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan apresiasi tinggi pada jajaran Kemendikdasmen yang hadir di Garut untuk menyosialisasikan Gerakan #RukunSamaTeman. Dalam sambutannya, Putri menyebut bahwa gerakan ini merupakan program baik untuk mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan tanpa perundungan, khususnya satuan pendidikan di Garut.

“Kalian adalah calon generasi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh untuk bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti,” terang Putri.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, mengajak seluruh murid SMPN 1 Tarogong Kaler untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua dengan rukun bersama teman serta menghormati orang tua dan guru.

“Gerakan ini merupakan salah satu dari empat pesan Presiden Prabowo Subianto, antara lain yaitu belajar dengan baik, cintai ayah ibu, hormati guru, dan rukun dengan teman,” kata Ruspita. (*/tim)

Follow instagram kami di @majelistablighmedia 

Tinggalkan Balasan

Search