Ada Makna Ketuhanan di Balik Lirik Lagu

Ahmad Dhani, Noe Letto, dan Chrisye.
*) Oleh : Chusnun Hadi
Editor majelistabligh.id
www.majelistabligh.id -

Banyak syair dari beberapa lagu yang terkesan bertema percintaan, tetapi jika ditelisik lebih dalam, ternyata mengandung arti ke-Tauhid-an. Saat tampil dalam panggung hiburan, tidak semua orang memahami kesan yang sangat mendalam tentang Ketuhanan di lagu yang dibawakan penyanyinya.

Tengok saja lagu yang berjudul “Satu” karya Ahmad Dhani yang dinyanyikan bersama grup musik Dewa 19. Dari judulnya saja, “Satu” atau “Ahad” sudah mencerminkan arti keEsaan Allah SWT. Bahkan jika kita menyaksikan video klipnya, ada suasana budaya Islam di dalamnya, meski dikemas lebih modern.

Lagu “Satu” terkesan sebagai lagi bertema umum, tetapi tema religius dan ketuhanan dengan sentuhan lirik-lirik khas bermakna dalam, serta musikalitas yang mumpuni terlihat apik. Lantas apa yang sebenarnya Ahmad Dhani rasakan saat menciptakan lagu ini?

Ahmad Dani mengaku lagu “Satu” mengutip dari tausiyah Syeikh Siti Jenar. Bahwa semua yang ada di tubuh pada dasarnya adalah milik Allah SWT. Berikut penggalan lirik dari Lagu “Satu”:

Tak ada yang lain selain dirimu

Yang selalu ku puja

Ku sebut namamu di setiap hembusan nafasku

Ku sebut namamu, ku sebut namamu

 

Dengan tanganmu aku menyentuh

Dengan kakimu aku berjalan

Dengan matamu aku memandang

Dengan telingamu aku mendengar

Dengan lidahmu aku bicara

Dengan hatimu aku merasa

Lagu “Sandaran Hari”

Demikin juga lagu “Sandaran Hari” dari Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto. Ada makna spiritual dalam lirik lagu tersebut. Lagu ini diciptakan oleh Noe Letto justru saat ia sedang galau dan kehilangan arah tentang bertuhan. Bahkan ia mengaku saat itu dirinya sedang berada dalam kondisi hilang harapan.

Tetapi dalam kegalauannya, Noe Letto menemukan suatu cahaya kehidupan, bahkan manusia hidup harus bersandar. Dan sandaran terbaik adalah pada Allah SWT. “Sedihku ini tidak ada arti jika Kau-lah sandaran hati.” tambahnya.

Berikut sepenggal lirik lagu “Sandaran Hati”

Teringat ku teringat, pada janjimu ku terikat

Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati

Tak peduli ku tak peduli, siang dan malam yang berganti

Sedihku ini tiada arti, jika kaulah sandaran hati

Kaulah sandaran hati

Lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”

Lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” karya Taufiq Ismail yang dinyanyikan oleh Chrisye juga mengandung makna Ketuhanan yang sangat dalam. Saat menciptakan lagu ini, Taufiq Ismail terinspirasi pada Quran Surat Yasin ayat 65 yang berbunyi:

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berbicara kepada Kami, dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Ayat ini begitu kuat menggambarkan bagaimana manusia kelak tidak bisa lagi berbohong karena tubuhnya sendiri yang akan bersaksi atas segala perbuatannya.

Berikut penggalan Lirik lagu ‘Ketika Tangan Dan Kaki Berkata’:

Akan datang hari, Mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa, Tak ada suara

Dari mulut kita

 

Berkata tangan kita, Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita, Kemana saja dia melangkahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Search