Yahudi dan sekutunya seperti tak punya urat takut. Mereka terus-menerus semena-mena menzalimi, merendahkan, dan melecehkan umat Islam, dengan terang-terangan melakukan intimidasi teologis dan teror fisik.
Ironisnya, negara-negara petro dolar tampak abai dan tak peduli. Mereka justru sibuk membangun gemerlap kehidupan hedonis: membangun kota megapolitan dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan penuh kemewahan.
Sementara sebagian saudara mereka hidup dalam kesusahan, bahkan tidak sedikit yang mati kelaparan.
***
Yang lebih menyedihkan lagi, negara-negara petrodolar itu malah bersekongkol dengan musuh-musuh Islam. Sebuah tindakan di luar nurani, karena jauh dari semangat (ghirah) Islam yang disunnahkan.
Di tengah krisis itu—ketika sesama negara mukmin saling tidak percaya, saling curiga, dan diam tanpa suara—negara Islam Iran, yang kerap dicap bukan Islam karena Syiah-nya, justru tampil terdepan.
Iran menunjukkan sikap tegas kepada musuh-musuh Islam, yaitu Zionis dan sekutunya. Syiah Iran mengembalikan muruah yang selama ini terpuruk.
Hanya kawanan munafik sajalah yang tidak senang dan tidak mengapresiasi perjuangan yang dilakukan oleh Syiah Iran.
Kepercayaan diri umat Islam yang sebelumnya terpuruk di titik nadir perlahan bangkit. Ada kebanggaan, ada harapan, dan secercah cahaya kemenangan—meski masih jauh.
Bisa saja sebaliknya terjadi: Iran dikeroyok oleh negara Zionis dan sekutunya. Bisa saja Syiah Iran luluh lantak.
Tapi takbir telah bergema dan bergemuruh di seluruh penjuru Iran. Meskipun Iran mungkin sendirian, dimarjinalkan, dan diasingkan oleh sesama negara mukmin, mereka tetap tegak.
Tak mengapa. Setidaknya, Syiah Iran telah menunaikan kewajiban sebagai patriot, bukan pengecut yang berlindung di ketiak Zionis.
Betapa bahagianya menjadi warga Iran yang syahid diterjang oleh martir Zionis—sementara saya hanya bisa mendoakan dari kejauhan. Saya kirimkan shalawat Nabi dan doa-doa.
***
Konflik Israel dan Iran semakin memuncak! Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdulrahim Mousavi, mendesak penduduk sipil di kota-kota besar Israel untuk segera mengungsi.
Ia memperingatkan bahwa akan ada serangan hukuman yang segera dilakukan di wilayah tersebut.
Peringatan ini ia sampaikan pada Rabu, 18 Juni 2025.
Hal itu sontak membuat panik seluruh penduduk Israel yang berhamburan meninggalkan kota.
Islam tidak pernah berniat membunuh penduduk sipil, orang tua, wanita, dan anak-anak.
Sebenci apa pun terhadap Yahudi, adab dan akhlaqul karimah tetaplah yang utama.
Maka Iran memperingatkan agar mereka semua menjauh dan meninggalkan kota.
Sungguh, adab Islam yang demikian indah tiada tara.
Fitnah keji terhadap Syiah Iran perlahan terjawab. Gusti Allah membuat rencana yang indah. Setiap jengkal kebenaran pasti akan terungkap.
Yang selama ini difitnah sebagai buatan Yahudi justru tegas melawan,
dan yang selama ini lantang bicara tentang penegakan sunah malah bersekongkol dengan Zionis.
Sayyidina Ali k.w. berkata:
“Jangan jelaskan siapa dirimu, sebab pembencimu tidak akan percaya itu.
Sahabat dan pecintamu tidak membutuhkannya.”
Shallu ‘ala Nabi Muhammad. (*)
