Konfederasi Sepak Bola Asia, Asian Football Confederation (AFC), resmi menerapkan aturan jeda berbuka puasa pada ajang Piala Asia Wanita 2026 yang akan digelar di Australia pada 1–21 Maret 2026. Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam sejarah turnamen tersebut dan dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung inklusivitas pemain khususnya yang beragama Islam.
Hal ini juga telah dilakukan dalam kompetisi Liga Inggris, dimana jika ada pemain yang bertanding pada saat itu ada yang menjalankan ibadah puasa, dan waktunya bersamaan dengan jadwal berbuka, maka wasit akan memberikan jeda untuk berbuka. Seperti pada Laga Leeds United melawan Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (28/02/2026) petang waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, AFC menegaskan bahwa inisiatif ini akan memberikan jeda singkat pada pertandingan yang waktunya bertepatan dengan matahari terbenam (waktu berbuka), sehingga pemain dan ofisial yang menjalankan ibadah puasa dapat berbuka dengan aman tanpa mengganggu integritas kompetisi maupun ketentuan Laws of the Game.
AFC menjelaskan, penghentian sementara hanya dilakukan pada momen netral dan alami dalam pertandingan, seperti saat tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan bebas di area yang tidak berbahaya. Jeda tidak akan diberikan apabila sedang terjadi serangan aktif atau situasi krusial yang dapat memengaruhi jalannya laga.
Durasi jeda dibatasi secara ketat dan tidak dianggap sebagai cooling break, time-out taktis, maupun tambahan waktu istirahat. Pemain dan ofisial yang berpuasa akan menepi ke pinggir lapangan untuk berbuka, sementara pemain lain tetap berada di area permainan.
Sesuai protokol, perangkat pertandingan akan lebih dahulu mengonfirmasi kepada masing-masing tim daftar pemain dan ofisial yang menjalankan puasa. Jika tidak ada pihak yang berpuasa, maka laga tetap berjalan tanpa jeda tambahan.
Berlaku di Seluruh Kompetisi AFC Selama Ramadan
Tak hanya di level tim nasional, kebijakan serupa juga diberlakukan di seluruh kompetisi klub AFC yang berlangsung selama bulan Ramadan 2026. Langkah ini memastikan konsistensi penerapan aturan di berbagai level kompetisi antarklub Asia.
Sebagai informasi, Piala Asia Wanita 2026 akan diikuti 12 tim nasional terbaik Asia dan menjadi ajang kualifikasi menuju Piala Dunia Wanita FIFA 2027. Turnamen ini diperkirakan menarik perhatian global, mengingat perkembangan signifikan sepak bola wanita Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Kebijakan AFC ini sejalan dengan tren federasi sepak bola dunia yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pemain Muslim. Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah liga domestik di Eropa juga telah memberikan toleransi jeda singkat saat Ramadan, terutama ketika pertandingan berlangsung menjelang waktu berbuka.
Data demografis global menunjukkan bahwa populasi Muslim dunia telah melampaui 1,9 miliar jiwa dan terus bertumbuh, dengan Asia sebagai kawasan dengan populasi Muslim terbesar. Dalam konteks sepak bola wanita, partisipasi atlet Muslim juga meningkat signifikan, baik di level nasional maupun klub.
Australia sebagai tuan rumah memiliki komunitas Muslim yang berkembang, dengan sensus nasional terbaru menunjukkan populasi Muslim mencapai lebih dari 800 ribu jiwa atau sekitar 3 persen dari total penduduk. Hal ini menjadikan penerapan kebijakan tersebut relevan secara sosial maupun kultural.
Dengan diterapkannya jeda berbuka puasa, AFC menegaskan komitmennya untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang profesional sekaligus menghormati nilai-nilai keberagaman dan keyakinan para pelaku sepak bola di Asia.
Kebijakan ini dipandang sebagai langkah konkret menuju sepak bola yang lebih inklusif, di mana aspek performa, kesehatan, dan penghormatan terhadap keyakinan berjalan beriringan tanpa mengorbankan kualitas pertandingan. (*)
