Air Mata di Tanah Suci: Kisah Haru Ali Ismail, Jemaah Disabilitas yang Istikamah Menuju Baitullah

www.majelistabligh.id -

Usia senja dan keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Ali Ismail, jemaah haji asal Ternate, Maluku Utara, untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Di balik tubuh renta dan langkah terseok, tersimpan kekuatan iman yang luar biasa. Ali Ismail adalah penyandang disabilitas fisik berusia 67 tahun yang kini telah menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Perjalanan panjang itu tidak mudah. Sejak dari embarkasi di Tanah Air, hingga tiba di Madinah, Ali selalu ditemani semangat dan pelayanan tulus dari petugas haji Indonesia. Di tengah keterbatasannya, Ali tetap ingin menyempurnakan ibadah haji, sebuah impian yang dipupuk sejak lama.

“Saya hanya ingin bertemu Allah di tempat paling mulia ini,” ucapnya lirih, dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca saat tiba di halaman Masjid Nabawi.

Setiap harinya, Ali berjuang menuju Masjid Nabawi dari hotel tempat ia menginap. Ia terlihat harus beberapa kali berhenti, duduk sejenak untuk melepas lelah.

Meski berjalan dengan alat bantu, semangat ibadah tak pernah surut dari raut wajahnya.

Petugas haji yang siaga senantiasa mendampingi, mendorong kursi roda, menyemangati, dan memastikan semua kebutuhannya terpenuhi.

Mereka bukan sekadar melayani, tetapi menghadirkan kasih sayang sebagaimana keluarga sendiri.

“Kami merasa seperti sedang membantu orang tua kami sendiri,” ujar salah satu petugas dengan mata berkaca.

Kisah Ali Ismail menjadi simbol kuat bahwa ibadah haji bukan hanya milik yang sehat dan kuat.

Kementerian Agama RI, melalui program inklusifnya, terus memastikan agar jemaah dengan kebutuhan khusus tetap mendapat pelayanan terbaik.

Fasilitas seperti kursi roda, pendamping khusus, hingga infrastruktur ramah difabel telah disiapkan di berbagai titik layanan.

Komitmen ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk semua warganya dalam meraih impian spiritual tertinggi.

“Keberangkatan Pak Ali adalah bukti bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kedekatan dengan Allah,” ungkap salah satu petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jemaah Haji (PKP2JH). (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search