Hafizah cilik asal Malang, Aisyah Ar-Rumy (10 tahun), akhirnya berhasil meraih juara kedua pada ajang Dubai International Holy Quran Award sesi ke-28 tahun 2026 (1447 H) di Uni Emirat Arab (UEA). Prestasi Aisyah diumumkan dalam rangkaian malam penghargaan yang dihadiri langsung Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri UEA, sekaligus Penguasa Dubai, Selasa (3/3/2026) waktu setempat.
Dalam resepsi di Majlis Umm Suqeim, Dubai, Syekh Mohammed memberikan apresiasi tinggi kepada para finalis atas dedikasi dan kecintaan mereka terhadap Al Qur’an.
“Hari ini kita memberikan penghargaan kepada sekelompok orang yang luar biasa di antara para ahli Al Qur’an. Di Bulan Suci ini, kita merayakan Al Qur’an dan para talenta yang membawa pesannya sebagai duta perdamaian, cinta, kebaikan, dan toleransi,” kata Syekh Mohammed dalam sambutannya.
Dia menyatakan, mendukung para ahli Al Qur’an adalah penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan kebajikan. Mengabdi kepada Al Qur’an akan selalu menjadi salah satu kehormatan terbesar yang kita junjung tinggi.
Sementara dalam video yang diunggah akun @aisyah_hafizind, Aisyah menyampaikan rasa syukurnya.
“Allahumma baarik. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah… Aku sangat bahagia. Aku gembira telah meraih juara kedua di acara Dubai International Holy Quran Award.
Terima kasih kepada Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Terima kasih juga kepada panitia.
Terima kasih kepada ayah dan ibuku, kepada sekolahku, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakanku.
Aku masih kecil namun aku mencintai Al Qur’an. Aku akan selalu menghafal Al Qur’an.
Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga bersama para nabi dan Ahlul Quran. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tulis Aisyah dalam unggahan videonya usai meraih penghargaan tersebut.

Pada kategori perempuan, juara pertama diraih Jana Ehab Ramadan dari Mesir dengan hadiah US$1 juta, sementara Aisyah Ar-Rumy dari Indonesia menempati posisi kedua dan Sara Abdul Karim Alhalak dari Suriah di posisi ketiga.
Kompetisi Tilawah Al Qur’an Terbesar
Ajang tahun ini mencatat sebanyak 5.618 peserta dari 105 negara mendaftar, dengan 30 persen di antaranya berasal dari kategori perempuan. Setelah seleksi ketat berbasis tajwid dan kualitas vokal, enam finalis terbaik melaju ke babak puncak.
Direktur Jenderal Urusan Islam dan Departemen Kegiatan Amal Dubai, Ahmed Darwish Al Muhairi, menegaskan, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Dubai dalam memperkuat posisinya sebagai pusat global pelayanan Al Qur’an dan ilmu-ilmunya.
Total nilai hadiah tahun ini melampaui AED12 juta, menjadikannya salah satu kompetisi tilawah dengan hadiah terbesar di dunia. Untuk pertama kalinya pula, kategori perempuan dibuka secara khusus, memperluas ruang apresiasi bagi hafizah dari berbagai negara.
Prestasi Aisyah menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. Di usia belia, cintanya kepada Al Qur’an telah mengantarkannya menjadi duta kedamaian dan inspirasi bagi anak-anak seusianya, sekaligus kebanggaan bagi bangsa Indonesia. (*/tim)
