Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur terus mengembangkan kiprah dakwahnya yang mencerahkan, menyenangkan, dan memberdayakan masyarakat.
Salah satunya penyelenggaraan kegiatan bertajuk “Gigi Sehat dan Investasi Akhirat: Lansia Muda Ceria” di Pusat Layanan Terpadu Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (PLTP2M) Aisyiyah Jawa Timur di Rungkut, Surabaya, pada Ahad (27/7/2025)
Acara ini merupakan bagian dari program pemberdayaan lansia Aisyiyah untuk menciptakan kelompok lansia yang tangguh, berdaya, dan mandiri.
Kegiatan ini dihadiri puluhan ibu-ibu lansia dari wilayah Rungkut dan sekitarnya yang antusias mengikuti rangkaian kajian dan edukasi kesehatan.
Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Jawa Timur Dr. Istikomah, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah yang tetap aktif meski telah memasuki usia lanjut.
“Ibu-ibu yang hadir di sini adalah perempuan-perempuan hebat. Usia boleh menua, tetapi semangat mereka luar biasa. Mereka memanfaatkan waktu luang dengan mengikuti kajian dan pelatihan keterampilan. Ini adalah bentuk nyata dari investasi akhirat,” ujar Istikomah.
Isti lalu menjelaskan, Rumah Rungkut ‘Aisyiyah, tempat acara digelar, merupakan bagian dari layanan terintegrasi yang dibangun untuk pemberdayaan masyarakat.
Di dalamnya terdapat tiga lembaga utama, yaitu Biro Konsultasi Keluarga Sakinah (BIKKSA), Rumah Aman untuk Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM). Ketiga lembaga tersebut memberikan layanan kepada masyarakat setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–15.00 WIB.

“Di luar jam kerja, rumah ini tetap terbuka untuk kegiatan sosial-keagamaan, termasuk kajian rutin, pelatihan menjahit, menyulam, hingga senam lansia,” katanya.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kajian kesehatan bersama drg. Titik Maria. Dalam paparannya, dia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi bagi para lansia agar tetap hidup sehat dan ceria.
“Lansia muda adalah kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Rata-rata peserta yang hadir hari ini masuk dalam kategori tersebut. Untuk hidup nyaman dan bahagia, lansia perlu menjaga kesehatannya, salah satunya adalah kesehatan gigi,” jelasnya.
Titik menekankan bahwa gigi yang tidak dirawat dengan baik bisa menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari rasa sakit, kesulitan mengunyah, hingga bau mulut dan gangguan bicara.
Oleh karena itu, ia mendorong para lansia untuk rutin memeriksakan gigi ke puskesmas, menyikat gigi dengan cara yang benar, serta mempertimbangkan penggunaan gigi palsu bila diperlukan.
Kajian berlangsung dengan interaktif. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar perawatan gigi, dan di akhir acara, panitia memberikan hadiah kepada lima peserta teraktif sebagai bentuk apresiasi.
Ketua PCA Rungkut, Santi, menutup acara dengan penuh semangat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata sinergi dan kolaborasi antara PCA Rungkut, PDA Surabaya, dan PWA Jawa Timur.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk terus memberdayakan lansia, menjadikan mereka pribadi yang tangguh dan tetap produktif. Rumah Rungkut akan terus kami makmurkan dengan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan lansia,” tuturnya.
Acara ini bukan sekadar kajian, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang membahagiakan, edukatif, dan memberi inspirasi bagi para lansia muda untuk tetap sehat lahir batin serta bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (dwi purwati)
