Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur menggelar pelatihan keprotokolan untuk meningkatkan kompetensi kader dalam mengelola acara resmi organisasi. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (14/02/2026) di Aula Lantai 2 Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Peserta berasal dari jajaran Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Majelis/Lembaga PWA Jatim. Tiap UPP lima orang perwakilan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapat pembekalan teori sekaligus praktik langsung tentang tata kelola acara resmi sesuai kaidah protokoler.
Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Hj. Rukmini M.AP, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki lima target utama yang harus dicapai peserta. “Ada lima target yang ingin kita capai dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tegas Rukmini.
Target pertama adalah anggota PWA mampu dan mumpuni menyelenggarakan acara resmi sebagai bentuk implementasi program-program Aisyiyah. “Anggota Aisyiyah harus mampu menjadi MC dalam setiap acara yang diselenggarakan Aisyiyah,” ujarnya.

Target berikutnya, lanjut Rukmini, kader Aisyiyah harus mampu memberikan sambutan sebagai panitia penyelenggara serta mensosialisasikan program-program organisasi kepada publik. “Anggota Aisyiyah juga harus mampu membacakan mukadimah dan penutupan dengan baik dan benar,” tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten. Narasumber pertama, Dr. Heni Mardianingsih, S.E., M.M., menyampaikan materi tentang keprotokolan dalam pemerintahan. Ia menjelaskan pentingnya memahami aturan resmi dalam penyelenggaraan acara agar kegiatan berjalan tertib, sistematis, dan sesuai regulasi.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Joko Susilo, S.Sos., M.Si., memaparkan teknik public speaking yang efektif. Ia memberikan strategi praktis agar peserta percaya diri, komunikatif, dan mampu mengendalikan audiens dalam forum resmi.
Kegiatan dipandu oleh moderator Aminah Asminingtiyas, S.P., M.Sos. yang memfasilitasi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.
Setelah sesi materi, panitia melanjutkan kegiatan dengan praktik langsung. Peserta diminta menyusun dan memandu acara sesuai kaidah protokoler berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Setiap peserta tampil mempraktikkan perannya, kemudian dilakukan evaluasi bersama. Evaluasi ini bertujuan memperkuat pemahaman teknis sekaligus memperbaiki kekurangan dalam praktik lapangan.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis Aisyiyah Jawa Timur dalam memperkuat kualitas sumber daya kader. Dengan kompetensi keprotokolan dan public speaking yang mumpuni, kader diharapkan mampu menjadi representasi organisasi yang profesional, komunikatif, dan berwibawa di ruang publik. || Ana Aziza (anggota LPPA PWA Jatim)
