*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Hadis yang menyebutkan dunia seperti bangkai kambing diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah. Hadis ini menjelaskan bahwa dunia, meskipun terlihat indah dan menarik bagi sebagian orang, pada hakikatnya lebih hina daripada bangkai kambing yang cacat di mata Allah.
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar, sedangkan orang-orang berada di dekat beliau. Lalu beliau melewati bangkai anak kambing yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya, beliau bertanya, ‘Siapa di antara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?’ Orang-orang menjawab, ‘Kami tidak tertarik sama sekali. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?’ Beliau bersabda, ‘Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?’ Orang-orang menjawab, ‘Demi Allah, kalau anak kambing ini hidup, pasti ia cacat karena kedua telinganya kecil, apa lagi ia telah mati.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi Allah, sungguh dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.'” (HR Muslim)
Pesan hadis ini adalah dunia itu sementara. Kehidupan dunia hanyalah sementara dan penuh tipu daya. Apa yang terlihat indah dan menggiurkan di dunia, pada akhirnya akan sirna dan tidak bernilai di akhirat.
Akhirat adalah tujuan utama
Tujuan utama seorang muslim adalah mencari kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Dunia hanya sebagai tempat singgah sementara untuk beramal saleh.
Ini mengingatkan agar seorang muslim tidak terlena dengan gemerlap dunia dan selalu ingat akan kehidupan akhirat yang kekal.
Semoga bermanfaat. (*)
