Suasana Royal Plaza Surabaya pada Jumat (16/5/2025) pagi, berubah menjadi panggung inspirasi dan keceriaan setelah saat ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan dasar tampil dalam Pagelaran Talenta Seni dan Kreativitas 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Bunda PAUD Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yang bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi siswa PAUD, RA, TK, dan SD se-Kota Surabaya.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dihadiri Ketua Bunda PAUD Surabaya, Rini Cahyadi, serta sejumlah tokoh pendidikan dan orang tua siswa.
Di antara deretan penampilan yang memukau, salah satu yang paling menyita perhatian adalah penampilan dari Muhammad Nafis Shalih Al Maulidi, siswa kelas 1-ICP (International Class Program) SD Muhammadiyah 6 (Musix) Gadung Surabaya.
Nafis, yang baru duduk di bangku kelas satu, sukses membawakan gerakan Tapak Suci Seni Tunggal Tangan Kosong dengan penuh percaya diri dan keindahan gerak.
Diiringi musik dan gemuruh sorak kagum dari penonton, gerakan demi gerakan Nafis menunjukkan kekuatan, ketepatan, serta penguasaan teknik bela diri yang mengesankan.
Tak heran jika setelah tampil, ia mendapatkan tepuk tangan meriah dari para hadirin, baik dari kalangan orang tua, guru, hingga tamu undangan yang memadati arena acara.
Menariknya, penampilan apik tersebut ternyata dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat.
“Hanya dalam dua jam sebelum tampil, Nafis sudah siap dan bisa tampil dengan percaya diri. Ini menunjukkan potensi luar biasa dalam dirinya,” ujar Hidayatun Ni’mah, Kepala Urusan Kesiswaan SD Musixyang turut mendampingi siswa-siswanya di lokasi acara.
Penampilan Nafis dalam pagelaran ini bukanlah penampilan biasa. Ia adalah siswa berprestasi yang sebelumnya telah menorehkan medali emas dalam lomba Tapak Suci seni tingkat nasional tahun 2025.
Dengan usia yang masih sangat belia, prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Ketika ditanya tentang perasaannya setelah tampil, Nafis menjawab dengan penuh semangat, “Saya sangat senang bisa tampil di sini.
Jika ada kesempatan lagi, saya pasti siap untuk tampil kembali.” Ucapan itu menunjukkan jiwa percaya diri dan semangat belajar yang terus tumbuh dalam dirinya.
Tak hanya unggul di bidang bela diri, Nafis juga memiliki bakat di bidang seni tilawah Al-Qur’an. Ia secara rutin mengikuti kegiatan Qori’ yang tergabung dalam komunitas Qori’mu Surabaya, sebuah wadah pembinaan qori’ muda yang diasuh langsung oleh ayahnya, Ustaz Muhammad Barid, M.Pd.
Nafis menyebut sang ayah sebagai sosok yang paling berperan dalam membentuk kepribadiannya dan memberikan inspirasi untuk terus berkembang.
“Ustadz adalah orang yang menginspirasi saya dan memberikan semangat untuk terus belajar, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat latihan,” ungkap Nafis sambil tersenyum bangga.
Pagelaran Talenta Seni dan Kreativitas ini bukan sekadar ajang pertunjukan, namun lebih dari itu, merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya karakter, kreativitas, dan keberanian siswa dalam mengekspresikan diri.
Diharapkan acara serupa bisa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak sekolah, sehingga anak-anak Surabaya memiliki panggung untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.
Melalui acara ini, kita menyaksikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka dan ujian semata, tetapi juga tentang pengembangan bakat, karakter, dan semangat berkarya.
Nafis, dengan segala pencapaiannya, menjadi gambaran nyata bahwa bakat besar bisa tumbuh dari usia yang sangat dini, jika diberi ruang dan dukungan yang memadai. (hidayatun bi’mah/tim)
