Al-Qur’an Berbahasa Isyarat Mulai Diterapkan pada Siswa Disabilitas

Seorang siswa disabilitas sedang mempraktikkan membaca al quran dengan isyarat. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kegiatan Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an Isyarat telah melahirkan sejumlah pengajar bahasa isyarat Al-Qur’an kepada peserta didik penyandang disabiltas tunarungu. Berbagai praktik telah banyak didapatkan, mulai dari pengetahuan Al-Qur’an berbahasa isyarat, pemanfaatan Al-Qur’an berbahasa isyarat dalam pembelajaran, hingga pengembangan pembelajaran bahasa isyarat kepada wali murid.

Praktik baik itu salah satunya diungkapkan oleh Bukhori, Guru SLB Negeri 7 Jakarta. Pasca mengikuti ToT Al-Qur`an Isyarat gelombang satu, ia merasa takjub dengan semua pengetahuan yang didapatkan, khususnya tentang Al-Qur’an berbahasa isyarat. Menurutnya, kehadiran Al-Qur’an berbahasa isyarat merupakan terobosan penting dalam penguatan pendidikan inklusif dan pendidikan agama.

“Melalui kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman berharga. Ternyata ada Al-Qur’an yang memang dikhususkan untuk penyadang disabilitas tunarungu. Murid-murid kami juga sangat antusias karena selama ini mereka belum memahami metode membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Bukhori.

Selanjutnya, praktik baik lainnya juga diutarakan oleh Wita Panca Dewi Annisa, Guru SLB Negeri 3 Jakarta. Ia menilai bahwa penerapan metode isyarat Al-Qur’an membawa perubahan signifikan dalam pendidikan agama di sekolah. Sebagai pendidik yang telah mengabdi selama lima tahun, Wita menjelaskan kehadiran metode isyarat Al-Qur’an juga memberikan kemampuan baru bagi guru untuk mengajarkan kitab suci dengan cara yang lebih tepat dan mudah dipahami oleh para murid.

“Sebelumnya kami hanya menggunakan bahasa isyarat sehari-hari yang diterjemahkan secara mandiri ke bahasa Al-Qur’an. Setelah mengikuti kegiatan ToT Al-Qur’an Isyarat, kini kami memiliki keterampilan baru untuk mengajarkan mereka dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami,” terang Wita.

Kisah Inspiratif Murid dalam Beribadah

Dampak nyata hasil ToT Al-Qur’an Isyarat juga dirasakan oleh Nadia Aulia Safira, siswi kelas 9 SLB Negeri 3 Jakarta. Setelah mengikuti program ini, secara mandiri ia mempraktikkan bacaan Al-Qur’an isyarat setelah salat Subuh tanpa perlu instruksi dari orang tua maupun guru.

Lebih dari itu, Nadia juga berperan aktif membantu teman-teman sekelasnya agar dapat bisa membaca Al-Qur’an berbahasa isyarat. “Nadia adalah anak yang mandiri dan peduli. Di kelas, dia sering membantu teman-temannya saat belajar huruf hijaiah atau membaca doa bersama,” tambah Wita.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa kegiatan ToT Al-Qur`an Isyarat merupakan bagian dari pemenuhan tanggung jawab moral dan konstitusi yang sejalan dengan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas.

“Melalui ToT Al-Qur`an Isyarat ini, saya berharap para lulusan pelatihan akan menjadi Mujahid Literasi yang membawa semangat pencerahan dan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas seluruh Indonesia,” jelas Wamen Fajar. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search