Padahal kita tahu, Allah tidak pernah menjanjikan hidup tanpa badai. Ia tidak berjanji semua akan mudah, semua akan sesuai dengan keinginan. Allah berjanji untuk selalu menyertai, kasihNYA kerap hadir lewat hal-hal yang sering tidak kita sadari:
- Dalam rasa lega setelah mengadu,
- Dalam kekuatan yang entah darimana muncul ketika kita hampir menyerah,
- Dalam tenang yang perlahan kembali setelah tangis reda,
- Dalam kesempatan baru yang tiba tiba terbuka,
- Dalam detik detik kecil yang membuat kita sadar bahwa kita masih dalam penjagaanNya
Al-Allamah Ibnu Utsaimin Rahimahullah Mengatakan, “Termasuk nikmat Allah terbesar yang diberikan kepada seorang hamba adalah Allah menurunkan ketenangan di dalam kalbunya. Sehingga dia merasa tentram tidak gelisah, tidak bimbang, merasa ridho terhadap keputusan Allah dan takdirnya. Apabila menimpanya kesusahan dia pun bersabar dan menunggu jalan keluar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apabila mendapat kesenangan dia akan bersyukur dan memuji Allah atas hal itu.” (Syarh Riyaadhishalihin 4/709)
Dengan segala dosa dan rusaknya hidup, Allah masih memberikan kita kesempatan sekali lagi untuk kembali menjadi hambaNYA yang dirindukan. Dan selama nyawa masih ada, pintu ampunan dan kasihNYA selalu terbuka untuk kita. Pulanglah, karena Allah tidak pernah jauh.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Katakanlah Kepada Hamba-hamba-ku Yang Melampaui Batas Terhadap Dirinya Sendiri, Janganlah Kalian Berputus Asa Dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni Semua Dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar : 53)
Yaa Allah tolonglah kami agar bisa selalu berdzikir kepadaMu, bersyukur atas nikmatMu, dan memperbaiki ibadah kami kepadaMu.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)
