Allah Melihat Hati, Bukan Rupa

*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd, K.Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) PIMDA 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“A person’s character is far more important and valuable than the physical appearance, appearance, or beauty/good looks.”

(Karakter seseorang jauh lebih penting dan berharga dibandingkan dengan penampilan fisik, rupa, atau kecantikan/ketampanan yang dimiliki)”

Di dunia ini, tubuh seringkali menjadi pusat perhatian kita. Banyak orang berlomba-lomba merawat dan memperindah penampilan, tak peduli berapa pun biayanya, demi terlihat sempurna di mata manusia.

Sayangnya, penilaian utama kini cenderung bergeser pada fisik atau rupa, bukan lagi pada akhlak atau budi pekerti yang luhur.

Padahal, di akhirat nanti, fisik bukanlah penentu utama. Justru akhlakul karimah (akhlak mulia) itulah kebaikan yang akan kekal abadi.

Fisik yang kita prioritaskan di dunia ini akan sirna bersama datangnya hari kiamat, berubah menjadi bangkai tak berguna.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imran: 185)

Nabi Muhammad saw juga bersabda dalam sebuah hadis, Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim No. 2564)

Jadi setiap manusia seharusnya menyadari bahwa apa yang ada di dunia ini bersifat fana (sementara) dan tidak kekal.

Oleh karena itu, manusia yang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat dengan memprioritaskan pengembangan akhlak mulia di atas segalanya, sebagai bekal abadi yang hakiki.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search