Amal yang Sunyi, Ganjaran yang Abadi

*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
www.majelistabligh.id -

“Sincerity is the secret between you and Allah. Nobody knows except Him.”
(Ikhlas adalah rahasia antara engkau dan Allah. Tidak ada yang tahu kecuali Dia)

Salah satu sifat yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang Muslim adalah keikhlasan. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia.

Ikhlas adalah kunci diterimanya amal ibadah kita. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Puasa di bulan suci ramadhan merupakan momentum yang sangat penting untuk membangun pribadi muslim yang memiliki keikhlasan hati kepada Allah SWT dalam segala aktivitas kehidupan.

Seseorang yang beribadah puasa didasarkan pada nilai keikhlasan dalam hati semata-mata mencari ridlo Allah Swt. akan mendapatkan pahala tersendiri dihadapan Allah Swt. sebagaimana dalam hadits. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Swt berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151)

Marilah kita jadikan keikhlasan sebagai landasan dalam setiap amal ibadah kita. Dengan ikhlas, hidup kita akan menjadi lebih berkah dan bermakna.

Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan untuk menjadi pribadi Muslim yang ikhlas.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search