Salah satu yang kerap lupa dilakukan kaum muslimin adalah sebuah ibadah ringan, namun memiliki pengaruh besar bagi keselamatan diri. Berikut adalah dua hal yang dapat dilakukan umat Islam usai salat dan menjelang tidur, yaitu: membaca tasbih, tahmid, dan takbir.
Kaum muslimin dapat menjaga amalan ringan tersebut, namun berpengaruh penting bagi kebaikan. Karenanya, segala daya dan kekuatan hendaknya dilakukan agar bisa istiqamah menjaga amaliah ringan tersebut. Marilah kita saling mengingatkan diri sendiri akan adanya amalan surga yang banyak ditinggalkan.
Berdasarkan hadits Rasulallah: Disebutkan dalam kitab sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dari ‘Abdillah bin Umar RA dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda:
“Terdapat dua perkara jika seorang muslim menjaganya maka akan masuk surga. Perkara itu mudah tapi sedikit orang yang menjalankan. Yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir, masing- masing 10 kali setiap selesai sholat fardhu.”
Jika ditotal jumlah bacaannya adalah 150 kali dalam ucapan dan 1.500 kebaikan dalam timbangan amal. Membaca takbir 34 kali, tahmid dan tasbih masing-masing 33 kali menjelang tidur. Jika ditotal menjadi 100 kali dalam ucapan dan 1.000 kebaikan dalam timbangan.’
Mendengar hadits Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam serentak para sahabat bertanya: ‘Mengapa dua hal yang mudah, namun sedikit yang menjalankan? Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam menjelaskan dalam lanjutan haditsnya: “Setan datang kepada salah satu dari kalian ketika tidur. Setan menidurkannya sebelum ia membaca dzikir tersebut “tasbih, tahmid, dan takbir”. Dan setan datang dalam sholatnya kemudian mengingatkan hajat-hajatnya sebelum ia membaca dzikir tersebut.”
Dua perkara dalam hadits tersebut adalah membaca dzikir setelah selesai sholat fardhu dan menjelang tidur. Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam menganggap bahwa amaliah ini adalah sangat mudah dan ringan. Namun hanya sedikit saja yang secara konsisten menjalankannya.
Surga dan neraka keduanya adalah makhluk Allah yang diciptakan sebagai tempat hunian terakhir bagi umat manusia. Tinggal siapa yang akan menjadi penghuni surga, dan siapa yang akan menghuni neraka, adalah hak prerogatif Allah merahmati hamba-hambaNya.
Namun demikian manusia diberikan ruang seluas-luasnya untuk berikhtiar, berlomba-lomba meraih surga. Salah satu bentuknya sebagaimana tertulis dalam hadits adalah membaca tasbih “subhânallâh”, tahmid “alhamdulillâh”, dan takbir “allâhu akbar” masing-masing 10 kali setiap selesai shalat fardlu.
Membaca takbir 33 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali ketika hendak tidur. Dengan membaca dzikir tersebut sebanyak 250 kali, setidaknya telah menabung 2.500 kebaikan dalam sehari semalam.
Kelipatan ini sebagaimana Allah kabarkan dalam Al-Qur’an: “Barangsiapa berbuat satu kebaikan maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya”. (QS. Al-An’am : 160)
Kehidupan ini ibarat menabung untuk kehidupan di masa mendatang yaitu di akhirat. Setiap embusan napas, gerakan anggota badan, semuanya dinilai oleh malaikat pencatat amal. Nilai baik akan memberatkan timbangan baik dan nilai jelek akan memberatkan timbangan jelek pula. Manusia hanya pasrah dengan hasil yang diperolehnya kelak.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Apakah akan menerima buku catatan terbaik, yang artinya akan menjadi penghuni surga. Atau justru sebaliknya, jelek buku catatan amalnya dan menerima balasan neraka, na’udzu billah min dzalik.
Karenanya, marilah kesempatan diberikan usia dan kesehatan dimanfaatkan secara baik dan bijak. Yakni dengan terus menjalankan perintah baik yang dirasa berat, apalagi ringan. Hal tersebut penting agar perjalanan selama di dunia sarat dengan ibadah dan menebar kemanfaatan untuk diri dan sesama.
Jangan lupa sebisa mungkin untuk menjaga amalan yang kendati ringan namun memberi efek yang demikian baik untuk diri. Sebisa mungkin hal tersebut juga disampaikan kepada keluarga dan saudara, termasuk sahabat dan orang yang kerap kita temui.
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)
