Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), anggota Amirul Hajj Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurrahman menegaskan bahwa lebih dari 2.500 petugas perlindungan jemaah telah dikerahkan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Makkah pada Selasa (3/6/2025), Jenderal Dudung menjelaskan, para petugas ini telah berada di Tanah Suci hampir satu bulan, termasuk 61 personel dari unsur TNI dan Polri.
“Mulai dari kedatangan jemaah di Madinah, Jeddah, hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina – seluruh rangkaian dikawal dan dilindungi,” ujar Dudung.
Satgas perlindungan jemaah, yang dipimpin Kolonel Laut Harun, telah menyiapkan pos-pos strategis di titik-titik rawan kelelahan, kemacetan, hingga potensi tersesatnya jemaah.
“Pos kesehatan, pos pengamanan, hingga ambulans disiagakan penuh, apalagi saat suhu mencapai 50 derajat Celsius,” jelasnya.
Para petugas juga dilatih menghadapi kondisi darurat seperti jemaah lansia yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari kloter. Lansia dan jemaah disabilitas menjadi prioritas utama dalam pelayanan ini.
“Semua upaya ini untuk memastikan jemaah haji Indonesia bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tambah Dudung.
Jenderal Dudung juga mengungkapkan, dari beberapa kali rapat koordinasi dan evaluasi telah dilakukan, termasuk bersama Komisi VIII DPR RI dan lintas komisi, pihaknya telah menerima sejumlah masukan untuk perbaikan.
“Kami terima masukan-masukan untuk perbaikan, apalagi dengan adanya beberapa aturan baru dari pemerintah Arab Saudi yang butuh penyesuaian,” ujarnya.
Ia memastikan, saat ini pelaksanaan ibadah haji oleh jemaah Indonesia sudah mulai membaik dan berjalan lebih terkoordinasi.
Menjelang puncak haji, Jenderal Dudung menyampaikan permohonan maaf dan harapannya kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Semoga pelaksanaan haji dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, dan seterusnya sampai ke pemulangan nanti bisa berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ungkapnya dengan suara penuh harap.
Ia menutup konferensi pers dengan doa, “Mudah-mudahan Allah SWT melindungi seluruh jemaah dan petugas haji Indonesia, serta menjadikan ibadah haji tahun ini penuh keberkahan dan melahirkan haji yang mabrur. Amin,” ujarnya. (afifun nidlom)
