Di tengah dentuman bom dan bayang-bayang krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai, anak-anak di Jalur Gaza tetap berpegang teguh pada Al Qur’an. Terbaru, sekitar 100 anak mengikuti hafalan Al Qur’an di Masjid Al-Aman, kawasan Sheikh Radwan, Gaza Utara, Ahad (22/3/2026).
Dalam suasana spiritual yang khusyuk, para peserta melantunkan hafalan ayat-ayat suci Al Qur’an di hadapan orang tua serta para pembimbing halaqah tahfiz yang turut hadir memberikan dukungan.
Acara tersebut diselenggarakan di bawah naungan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an di kalangan generasi muda, terutama di tengah kondisi sulit yang melanda Gaza.
Direktur Jenderal Departemen Al Qur’an Kementerian Wakaf, Mohammad Salem, menegaskan, kegiatan itu bukan sekadar ajang hafalan, melainkan bagian dari visi besar membangun generasi Qurani.
“Acara penuh berkah ini diselenggarakan agar anak-anak dapat melantunkan hafalan mereka dari Al Qur’an,” katanya.
Salem menambahkan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya kementerian untuk membangun generasi yang terikat dengan ajaran Al Qur’an. Lebih lanjut, ia menegaskan, antusiasme anak-anak dan remaja mencerminkan keyakinan kuat mereka. “Al Qur’an adalah sumber kemenangan, kemuliaan, dan kejayaan mereka,” tegas Salem.
Ia juga menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk mendukung kegiatan Qurani, serta membantu para pelajar dan pengajar dalam membangun generasi yang bermanfaat bagi Palestina dan kemanusiaan.
Di tengah reruntuhan dan suara dentuman yang kerap memecah langit Gaza, lantunan ayat suci dari anak-anak ini menjadi simbol keteguhan iman. Sebuah pesan kuat, harapan tidak pernah benar-benar hilang, ia hidup dalam hati generasi kecil yang memilih tetap dekat dengan Al Qur’an, apa pun yang terjadi. (*/tim)
