Apakah Kita Ini Setan?

Apakah Kita Ini Setan?
www.majelistabligh.id -

Oleh : Husnul Khuluq
Majelis Tabligh PCM Manyar dan Ketua PRM Sukomulyo GKB Manyar Gresik

Dalam Al-Qur’an, setan (syaitan) bukan hanya merujuk pada Iblis, tetapi juga pada semua makhluk, baik dari golongan jin maupun manusia, yang memiliki sifat jahat, pembangkang, dan selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah. Setan digambarkan sebagai musuh nyata bagi manusia yang selalu berusaha menggoda dan menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan maksiat.

Kejahatan (syarr) atau kebaikan (khair) masuk dalam amal perbuatan yang diperlihatkan oleh manusia secara individual dan kolektif. Tema setan dan kejahatan ini dalam personifikasi Al-Qur’an sebagai iblis atau setan. Artinya bahwa setan seringkali diidentifikasikan dengan sumber permasalahan kejahatan dan juga kekejian yang muncul.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa setan adalah istilah umum untuk segala sesuatu yang jahat dan menyesatkan, termasuk dari golongan jin dan manusia.

Definisi Setan yang disebutkan dalam Al Qur’an :
الذی یوسوس فی صدور الناس
من الجنة والناس
Yaitu yang membisikkan ke dalam dada manusia, terdiri dari jin dan juga manusia ( QS. An nas : 5-6).
Ayat diatas begitu gamblang memberi pengetahuan kita tentang siapa itu setan, yaitu yang membisikkan dalam diri kita untuk berbuat kemunkaran, bisa dari golongan jin dan juga manusia.

Kita pun akan masuk dalam katagori setan, ketika dalam kehidupan ini, kita cenderung senang berbisik dan memprovokasi orang untuk bermusuhan, berpecah belah, saling membenci, saling membunuh. Merasa paling baik dan paling benar, sombong dan tidak mengakui kebaikan dan kelebihan orang lain, serta menolak kebenaran.

Biasanya manusia setan ini memiliki karakter hypocrisi (munafik), ingin dianggap paling baik dan paling benar sendiri dan resisten terhadap kelebihan dan kebaikan orang lain.

Allah SWT. memberi warning kepada manusia bahwa setan itu digambarkan sebagai musuh yang nyata yang harus dijauhi.
ولا تتبعوا خطوات الشیطان انه لکم عدو مبین
Dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syetan, sesungguhnya setan itu musuhmu yang nyata ( QS. Al baqarah: 168).

Kita harus mengenali karakter musuh kita yaitu setan, yang memiliki karakter ;
1. Mengajak dalam kemunkaran
2. Mengajak dalam kekejian
3. Berkata/bersumpah atas nama Allah padahal tidak mengetahui nya.
إنما یأ مرکم باالسوء والفحشاء وأن تقولوا علی الله ما لا تعلمون
Sesungguhnya setan itu menyuruhmu berbuat keburukan dan kekejian dan mengatakan kepada Allah apa yang mereka tidak mengetahui nya (QS.Al baqarah :169).

Setan berusaha menyesatkan manusia dengan berbagai cara, seperti membisikkan godaan, menebarkan permusuhan, melakukan kemunkaran dengan mudah tanpa rasa berdosa dan menghiasi perbuatan dosa yang terasa indah, berkata kata kotor atau terkadang bersumpah atas nama Allah yg dijadikan permainan.

Manusia dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan.
Jadi, setan dalam Al-Quran adalah entitas yang lebih luas dari sekadar Iblis, mencakup semua makhluk yang memiliki sifat-sifat jahat dan berusaha menyesatkan manusia.

Langkah membentengi diri dari godaan setan :
Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an dan hadis–hadis shahih berupa doa dan zikir. Karena Al Qur’an dan hadis adalah penawar, rahmat, petunjuk serta perlindungan dari kejahatan di dunia dan akhirat–dengan izin Allah SWT.

Upaya untuk membentengi diri dari gangguan setan:
1. Selalu bersuci
2. Memperbanyak doa
3. Berusaha menjauh dari mainstream perbuatan keji/dosa
4. Berhati hati dalam perbuatan dan perkataan.
5. Sering sering berstagnasi utk muhasabah diri.
6. Berdzikir dan tawakkal kepada Allah SWT. (*)

Tinggalkan Balasan

Search