Senyum kembali mengembang di wajah warga Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah lebih dari sebulan hidup serba keterbatasan akibat banjir bandang. Kebutuhan dasar mereka akan air bersih mulai terpenuhi, berkat inisiatif nyata dari Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni (ARM HA) IPB University.
Bekerja sama dengan DPD HA IPB Sumatera Barat, relawan alumni kampus pertanian tersebut berhasil merampungkan proyek instalasi air bersih, Jumat (9/1/2026) lalu. Langkah ini menjadi titik terang bagi sekitar 200 kepala keluarga atau kurang lebih 1.300 jiwa yang sebulan terakhir kesulitan mengakses air layak konsumsi.
Sinergi Infrastruktur di Tengah Masa Pemulihan
Proyek kemanusiaan ini bukan sekadar bantuan sesaat. Tim di lapangan memasang jaringan pipa High Density Polyethylene (HDPE) sepanjang satu kilometer. Keunggulan pipa jenis ini terletak pada daya tahannya yang kuat, sangat cocok untuk kontur tanah di wilayah pascabencana.
Tak hanya jaringan pipa, satu unit tandon raksasa berkapasitas 3.300 liter juga dipasang sebagai pusat penampungan air bersih. Fasilitas ini tidak hanya menyasar pemukiman warga, tetapi juga menjangkau fasilitas publik yang krusial, di antaranya satu unit Puskesmas, dua masjid, serta lima surau di lingkungan sekitar.
Sekretaris Jenderal ARM HA IPB, Ir. Agus Rusli, MM, saat menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya keberlanjutan. Agus berharap agar infrastruktur yang telah dibangun dengan semangat gotong royong ini dapat dirawat bersama oleh masyarakat lokal agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Mengakhiri Krisis Air di Pengungsian
Kondisi sebelum adanya bantuan ini terbilang memprihatinkan. Pascabencana, sistem PAMSIMAS yang menjadi tumpuan warga hancur total. Warga terpaksa mengandalkan air selokan atau sisa-sisa aliran yang tidak higienis.
Kesedihan mendalam sempat menyelimuti Rika, salah satu penyintas yang kehilangan rumah dan dua orang sepupunya dalam musibah banjir tersebut. Saat ini, Rika masih bertahan di tenda pengungsian. Baginya, hadirnya keran air bersih di area pengungsian adalah anugerah besar.
Rika menceritakan bagaimana sebelumnya segala aktivitas seperti mandi dan mencuci menjadi beban berat. Kini, kemudahan akses air memberikan semangat baru, terutama bagi anak-anaknya yang mulai bergairah untuk kembali menata masa depan dan berangkat ke sekolah.
Gotong Royong Lintas Sektor
Keberhasilan pembangunan tahap kedua ini, setelah sebelumnya tahap pertama tuntas di Nagari Salareh Aia, merupakan buah kolaborasi apik. Ketua DPD HA IPB Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, mengapresiasi kerja keras berbagai pihak, mulai dari personel Brimob, Kelompok Pengelola Sarana Penyedia Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS), hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu dalam proses instalasi.
Program ini terwujud berkat sokongan penuh dari Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University serta kemitraan strategis dengan berbagai lembaga filantropi, termasuk Baitul Mal Muamalat. Aksi nyata ini membuktikan bahwa persaudaraan alumni bukan sekadar ruang nostalgia, melainkan kekuatan transformatif yang mampu hadir di saat masyarakat sedang berada di titik terendah akibat bencana alam. || Abdul Fatah
