Setahun setelah mengumumkan keputusannya menjadi mualaf, memeluk Islam, perjalanan spiritual Celine Evangelista kian menjadi sorotan publik. Aktris yang dikenal luas lewat sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” itu kini semakin mantap menjalani hidup sebagai Muslimah dan konsisten mengenakan hijab dalam berbagai kesempatan.
Pada Maret 2025, Celine menunaikan ibadah umrah yang menjadi titik balik spiritual dalam hidupnya. Sepulang dari Tanah Suci, ia mengumumkan bahwa dirinya telah resmi menjadi mualaf dan memilih berhijab. Dalam unggahan di media sosialnya kala itu, ia menegaskan bahwa keputusannya memeluk Islam bukan karena faktor keluarga, pasangan, pekerjaan, atau alasan duniawi lainnya.
“Hidayah ini sungguh datang tanpa ada alasan dan tulus dari hati terdalam saya. Saya memeluk Islam bukan karena keluarga, bukan karena mau menikah dengan lelaki muslim, atau bukan karena siapa pun,” tulisnya.
Celine mengungkapkan, proses pencarian spiritualnya bukanlah hal instan. Sejak 2017, ia telah mengikuti kajian privat untuk mempelajari Islam, meski saat itu belum resmi menjadi Muslimah. Dari proses panjang itulah tumbuh rasa cinta dan ketenangan yang akhirnya mengantarkannya pada keputusan besar dalam hidup.
Mengurangi Aktivitas Hiburan
Memasuki 2026, Celine diketahui mulai membatasi aktivitas di dunia hiburan. Beberapa tawaran pekerjaan yang mengharuskannya melepas hijab pun ia tolak. Langkah ini diambil demi menjaga konsistensi hijrahnya serta fokus memperdalam ilmu agama.
Dalam salah satu wawancara di program televisi, ia menyebut keputusannya untuk mempublikasikan perjalanan hijrahnya dilakukan setelah merasa cukup siap secara iman. Ia tidak ingin proses spiritualnya menjadi bahan spekulasi atau fitnah publik.
Sebagai figur publik dengan jutaan pengikut di media sosial, perubahan Celine turut menginspirasi banyak warganet. Sejumlah unggahannya yang berisi refleksi keimanan, kutipan ayat, dan pengalaman spiritual kerap mendapat respons positif dari pengikutnya.

Celine juga membagikan pengalaman emosional saat menjalankan ibadah umrah. Ia mengaku banyak doa yang langsung dijawab Allah Swt di Tanah Suci. Momen tersebut membuatnya semakin yakin dan mantap menjalani kehidupan baru sebagai Muslimah.
Ia juga menyinggung masa lalunya sebagai orang tua tunggal yang pernah dihantui kekhawatiran soal keuangan dan masa depan. Namun, setelah memutuskan untuk lebih mendekat kepada Allah, ia mengaku merasakan ketenangan yang sebelumnya sulit ia dapatkan.
“Ternyata setelah aku meninggalkan dunia sebelumnya, ikhlas itu susah. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang Allah persiapkan. Insya Allah kalau kita punya iman dan yakin, Allah akan memberikan petunjuk,” tuturnya.
Perjalanan Celine Evangelista menjadi bagian dari fenomena hijrah di kalangan selebritas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian Agama RI menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti kajian keislaman dan kelas pembinaan mualaf terus meningkat, terutama melalui platform digital dan komunitas keagamaan urban.
Di sisi lain, tren modest fashion dan industri busana Muslim di Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan. Laporan State of the Global Islamic Economy memperkirakan Indonesia tetap menjadi salah satu pasar busana Muslim terbesar di dunia, dengan nilai belanja fesyen Muslim yang terus bertumbuh setiap tahun. Kondisi ini turut membuka ruang bagi figur publik berhijab untuk tetap berkarya tanpa harus meninggalkan prinsip keagamaan yang diyakini.
Harapan untuk Istikamah
Kini, memasuki tahun kedua sejak pengumuman mualafnya, Celine menegaskan bahwa yang paling ia khawatirkan bukanlah cibiran publik, melainkan konsistensi diri. Ia berharap dapat terus diingatkan akan dosa, diberi kesempatan memperbaiki diri, serta dijaga agar tetap istikamah.
“Kita tak pernah tahu kapan ajal datang. Insya Allah jika kita tulus memohon ampun, Allah akan memaafkan. Saya hanya ingin selalu dilindungi dan istikamah di jalan-Nya,” ujarnya.
Perjalanan spiritual Celine Evangelista menunjukkan bahwa hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan proses panjang pencarian makna, ketenangan, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (nun)
