ATM Beras LazisMu: Inovasi Dakwah Bil Hal

www.majelistabligh.id -

Dakwah tidak hanya dilakukan lewat mimbar. LazisMu membuktikan bahwa dakwah bil hal, dakwah melalui aksi nyata, dapat menjangkau hati masyarakat dengan cara yang kreatif dan bermanfaat. Salah satu wujud nyatanya adalah peluncuran ATM Beras, inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat fakir miskin dan dhuafa.

Ketua LazisMu Barito Selatan, Akhmad Sarkani, menjelaskan bahwa ATM Beras ini dirancang layaknya mesin ATM biasa, namun bukan uang yang keluar, melainkan beras.

Program ini menyasar penerima manfaat yang telah terdata di LazisMu Barsel.

“Masyarakat fakir miskin dan dhuafa yang sudah terdata akan diberikan kartu ATM khusus. Mereka dapat mencairkan bantuan beras setiap Sabtu, sebanyak tiga liter atau setara 2,8 kilogram, di ATM Beras yang berada di parkiran Masjid At-Taqwa,” jelas Sarkani.

Saat ini, LazisMu Barsel baru memiliki satu unit ATM Beras. Namun, di akhir tahun 2025, diharapkan jumlahnya bertambah menjadi dua, dengan unit tambahan rencananya ditempatkan di Masjid As-Sunnah, Buntok.

Sarkani berharap program ini berjalan istiqomah sebagai bentuk dakwah bil hal yang berkesinambungan.

Mustahik di ATM Beras Lazismu

Senada dengan itu, Muhammad Fitriani, Ketua Badan Pengurus LazisMu Kalimantan Tengah, menyebut bahwa LazisMu berpegang pada enam pilar utama dalam menjalankan programnya:

1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Sosial Dakwah
4. Kemanusiaan
5. Ekonomi
6. Lingkungan

Pilar sosial dakwah menjadi salah satu fokus utama dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Dana Keagamaan Lainnya (ZISKA).

Semua program dijalankan mengacu pada prinsip 8 Asnaf, 13 Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah, dan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Semoga LazisMu se-Kalteng terus berinovasi dan menebar kebermanfaatan melalui program kebaikan. Terima kasih kepada para muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infaq, dan shodaqohnya. Semoga Allah SWT memberkahi dan meridhoi semua niat baik,” ujar Fitriani.

Inovasi seperti ATM Beras menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berbicara tentang nasihat dan ceramah, tetapi juga solusi konkret terhadap persoalan hidup.

Dengan memadukan teknologi sederhana dan niat tulus, LazisMu mengajarkan bahwa memberi makan orang lapar adalah bentuk dakwah yang paling mudah diterima oleh hati, terutama bagi mereka yang tengah berjuang di garis kemiskinan.

ATM Beras ini bukan hanya sekadar mesin, tetapi simbol kepedulian yang menggerakkan solidaritas umat.

Di tengah tantangan zaman, LazisMu membuktikan bahwa dakwah bil hal dapat berjalan beriringan dengan pencapaian SDGs 2030, menjadi jembatan antara visi Islam berkemajuan dan realitas sosial masyarakat. (mf)

Tinggalkan Balasan

Search