Awal Fase Puncak Ibadah Haji: Jemaah Indonesia Tinggalkan Madinah

www.majelistabligh.id -

Perjalanan menuju puncak ibadah haji tahun 2025 resmi dimulai. Hari Sabtu (10/5), kloter pertama jemaah haji Indonesia diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah untuk menjalani rangkaian ibadah berikutnya, diawali dengan miqat di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali.

Kloter JKG 1 asal Jakarta menjadi rombongan pertama yang berniat ihram dari tempat miqat tersebut, menandai dimulainya perjalanan spiritual menuju Tanah Haram. Momentum ini tidak hanya berarti secara syariat, tetapi juga menjadi ujian ketahanan fisik bagi para jemaah, terlebih di tengah suhu ekstrem yang melanda dua kota suci.

Sabtu siang ini, suhu udara di Madinah dan Makkah tercatat menyentuh angka 41 derajat Celsius, dengan kelembapan rendah di bawah 20 persen. Udara yang kering disertai teriknya matahari menambah tantangan, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang jumlahnya cukup signifikan.

Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga pukul 20.08 Waktu Arab Saudi, sudah 174 kloter dari total 525 kloter tiba di Tanah Suci. Itu berarti sekitar 33,14 persen jemaah telah mendarat, dengan total 67.718 jemaah, termasuk 14.037 lansia atau 21,48 persen dari total yang telah tiba.

Terkait cuaca di Madinah, The Weather Channel melaporkan bahwa indeks UV di Madinah hari ini mencapai angka 8 dari 11, tergolong sangat tinggi. Paparan sinar matahari pada level ini bisa menyebabkan kulit terbakar hanya dalam waktu 15–20 menit tanpa perlindungan.

Kecepatan angin di Madinah juga mencapai 16 km/jam, dengan suhu malam hari tetap tinggi di angka 30 derajat Celsius. Di Makkah, suhu malam tercatat lebih panas, yakni 31 derajat Celsius.

Tips langkah bijak untuk untuk Jemaah, gunakan pelindung kepala dan tabir surya, perbanyak minum air dan hindari aktivitas di luar ruangan saat siang hari, dan istirahat cukup agar fisik tetap prima menjalani ibadah utama yaitu tawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi awal dari fase utama ibadah haji. Dengan semangat dan ketahanan fisik yang terjaga, jemaah diharapkan dapat menjalani ibadah dengan lancar dan khusyuk. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search