Apakah puasamu hanya menahan lapar dan haus, atau juga menahan amarah, ego, dan prasangka buruk?
Apakah lisannya lebih lembut, hatinya lebih lapang, dan langkah-langkahnya lebih dekat kepada kebaikan?
Nyatanya bulan Ramadan bukan hanya sekadar menunggu waktu berbuka. Ia tentang melatih sabar, membersihkan niat, dan menghidupkan hati yang mungkin lama tertidur.
Kalau mungkin hari ini belum sempurna dan semaksimal itu, masih ada kok kesempatan di malam nanti untuk memperbaiki. Masih ada harapan untuk dipanjatkan, dan masih ada kesempatan untuk diperbaiki lagi.
Ramadan bukan tentang siapa yang paling terlihat taat, tapi siapa yang terus berusaha menjadi lebih baik lagi.
Jadi, bagaimana Ramadanmu hari ini
Puasa Melatih Kejujuran
Salah satu hikmah besar dari ibadah puasa adalah melatih kejujuran. Puasa adalah ibadah yang sangat pribadi antara seorang hamba dengan Allah Wa Ta’ala. Ketika kita berpuasa, sebenarnya kita memiliki kesempatan untuk makan atau minum secara sembunyi-sembunyi. Tidak ada orang yang melihat. Namun kita tetap menahan diri.
Mengapa? Karena kita yakin Allah Wa Ta’ala selalu melihat kita.
Allah Wa Ta’ala berfirman:
“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid : 4)
Inilah yang menjadikan puasa sebagai latihan kejujuran dan integritas
- Puasa Mengajarkan Kejujuran kepada Allah Wa Ta’ala
Ketika seseorang tetap berpuasa meskipun tidak ada yang mengawasi, itu berarti ia jujur kepada Allah Wa Ta’ala. Ia sadar bahwa pengawasan Allah Wa Ta’ala jauh lebih penting daripada pengawasan manusia.
- Kejujuran Harus Terbawa dalam Kehidupan
Jika puasa kita benar, maka kejujuran itu tidak berhenti di bulan Ramadan saja. Ia harus terbawa dalam kehidupan sehari-hari:
- Jujur dalam pekerjaan
- Jujur dalam perdagangan
- Jujur dalam amanah
- Jujur dalam perkataan
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.” (HR. Bukhari Muslim)
- Jangan sampai puasa hanya menahan lapar
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus. Hal itu terjadi jika puasa tidak membentuk akhlak yang lebih baik, termasuk kejujuran.
Ramadan adalah sekolah kejujuran. Jika selama sebulan kita berhasil menjaga kejujuran di hadapan Allah Wa Ta’ala, maka setelah Ramadan kita akan menjadi pribadi yang lebih amanah, lebih dipercaya, dan lebih bertakwa.
Insyaa Allah puasa yang kita jalankan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk pribadi yang jujur, amanah, dan bertakwa kepada Allah Wa Ta’ala.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || ismirzaf55@gmail.com
