Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama UPZ BAZNAS Yayasan Amaliah Astra, meluncurkan program “Ramadan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC”. Program ini menargetkan pembersihan 5.000 unit AC di ratusan masjid dan musala di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk menghadirkan kenyamanan bagi jemaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan melalui udara masjid yang lebih bersih dan sejuk. Secara keseluruhan, program ini menargetkan pembersihan 5.000 unit AC di 601 masjid dan musala yang tersebar di berbagai daerah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS dan Yayasan Amaliah Astra dalam menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.
Dia mengatakan, kolaborasi tersebut menunjukkan, semangat gotong royong antara lembaga filantropi Islam dan korporasi dapat memberikan dampak yang sangat luas, baik secara spiritual bagi jemaah maupun secara ekonomi bagi para teknisi binaan
Menurut Saidah, program ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan bagi jemaah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik melalui pelatihan dan kesempatan kerja sebagai teknisi AC.
“Salah satu esensi zakat adalah bertumbuh. Kami memiliki harapan besar agar para Master AC ini bisa meningkatkan kualitas keluarganya. Kami titipkan mimpi besar, satu Master AC harus bisa melahirkan satu Sarjana di keluarganya. Mensejahterakan Bapak-Ibu semua adalah tujuan utama kami di BAZNAS,” tegas Saidah.
Selain memberikan dampak ekonomi, program tersebut juga memiliki nilai ibadah yang kuat. Upaya para teknisi dalam memastikan udara masjid tetap bersih dan sejuk diyakini dapat membantu jemaah beribadah dengan lebih khusyuk selama Ramadan.
Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Gama Yogotomo, mengatakan bahwa sinergi bersama BAZNAS memberikan dampak signifikan dalam memperluas jangkauan program sosial yang mereka jalankan.
Program ini menjangkau 15 provinsi dan 53 kabupaten/kota, dengan potensi peningkatan pendapatan bagi teknisi sebesar Rp928.381 per orang, sekaligus menghadirkan kenyamanan beribadah bagi 131.050 jemaah di berbagai daerah selama Ramadan. (*/tim)
