*) Oleh: Sigit Subiantoro,
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten KediriLisan Tak Terjaga
Sering kali…
Mereka yang belum pernah diuji dengan sakit, begitu mudah berkata,
“Kok sakit terus, ringkih amat badanmu?”
“Kamu sih, nggak pernah merawat badan!”
Mereka yang belum merasakan usia bertambah tanpa pasangan, ringan saja berucap,
“Kamu sih pilih-pilih, makanya nggak laku-laku!”
Yang tidak mengalami kesulitan mendapatkan keturunan, tanpa empati bisa menuduh,
“Mandul, ya? Mungkin banyak dosa kali ya…”
Yang tak pernah bergumul dengan depresi dan kegelisahan jiwa, cepat menilai,
“Itu karena kurang iman.”
Yang belum diuji dengan pasangan yang berselingkuh atau berbuat aniaya, mudah menuding,
“Pasti kamu istri yang nggak becus melayani suami.”
Yang tak mengalami pahitnya perceraian, lancar mencemooh,
“Pantesan jadi janda, pasti dia yang menyakiti suaminya duluan.”
Padahal,
Sungguh tak jarang…
Sesama wanita pun tak menunjukkan iba saat melihat saudarinya menderita.
Sebaliknya, malah mencurigai, menuduh, dan menghakimi tanpa dasar dan tanpa hati.
Wahai saudariku,
Jika engkau belum pernah diuji dengan semua itu—bersyukurlah.
Tunjukkan syukurmu bukan dengan merasa lebih baik,
Tetapi dengan menjaga lisan dan jemarimu dari menyakiti mereka yang sedang diuji.
Tundukkan hatimu, rendahkan egomu.
Tawadhu’lah pada saudarimu yang hidup dalam pahit getirnya takdir.
Karena engkau tak tahu,
Takdir siapa yang akan berubah,
Dan pada siapa ujian berikutnya akan singgah.
Jangan merasa lebih mulia.
Jangan merasa lebih baik.
Jangan merasa lebih kuat.
Karena bisa jadi, yang engkau pandang rendah hari ini,
Justru lebih mulia di sisi Allah.
Semoga menjadi bahan renungan untuk kita semua.
Barakallahu fiikum.
