“Tali Allah” (Hablullah) merujuk pada perintah dalam QS. Ali ‘Imran: 103 untuk berpegang teguh pada agama Allah, yaitu Al-Qur’an dan sunah. Ini adalah ikatan kuat yang menyatukan kaum muslimin, menuntun ke jalan lurus, dan menyelamatkan dari perpecahan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
“Dan berpegang teguhlah dengan tali agama Allah dan janganlah kalian saling bercerai-berai. (QS. Ali Imran: 103).
Ibnul Qayyim menjelaskan:
هو تَحكيمُه دونَ آراءِ الرَّجالِ ومَقاييسِهم ومَعقولاتِهم وأذواقِهم وكُشوفاتِهم، ومَواجيدِهم؛ فمن لم يَكُن كذلك فهو مُنسَلٌّ من هذا الاعتِصامِ، فالدِّينُ كُلُّه في الاعتِصامِ به وبِحَبلِه، عِلمًا وعَمَلًا، وإخلاصًا واستِعانةً، ومُتابَعةً، واستِمرارًا على ذلك إلى يَومِ القيامةِ
“Yaitu dengan menjadikan al-Qur’an dan sunah sebagai hakim (pemutus hukum), bukan pendapat manusia atau analogi mereka, logika mereka, selera mereka, ilham mereka, dan pengalaman batin mereka, barang siapa tidak demikian keadaannya, maka ia telah terlepas dari ikatan yang kuat.”
“Maka seluruh agama itu berada pada sikap berpegang teguh kepada Allah dan kepada syariat-Nya, baik dalam hal ilmu maupun amal, dalam keikhlasan maupun memohon pertolongan, dalam mengikuti petunjuk serta terus-menerus berada di atas itu hingga hari Kiamat” (Madarijus Salikin, 3/323).
Hablullah (tali Allah) adalah Al-Qur’an.
Dari sahabat Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ
“Kitabullah (Al-Qur’an) adalah tali yang memanjang dari langit ke bumi.” (HR. Tirmidzi)
إني تارك فيكم كتاب الله هو حبل الله من اتبعه كان على الهدى ومن تركه كان على الضلالة
Sesungguhnya aku akan meninggalkan kepada kalian Kitabullah. Ia adalah tali Allah. Barangsiapa yang mengikutinya, maka ia berada di atas petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkannya, maka ia berada dalam kesesatan” [HR Ibnu Hibban no. 123]
Dari Abu Syuraih Al-Khuzaa’iy Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أبشروا وأبشروا أليس تشهدون أن لا إله إلا الله وأني رسول الله قالوا نعم قال فإن هذا القرآن سبب طرفه بيد الله وطرفه بأيديكم فتمسكوا به فإنكم لن تضلوا ولن تهلكوا بعده أبدا
“Berilah kabar gembira, berilah kabar gembira. Bukankah kalian bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasannya aku adalah utusan Allah?”.
Mereka menjawab: “Benar”.
Beliau melanjutkan: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah tali yang salah satu ujungnya ada di tangan Allah dan ujung yang lain di tangan kalian”.
Berpegang-teguhlah kalian dengannya, karena kalian tidak akan tersesat dan binasa selamanya sepeninggalku nanti (jika kalian melaksanakannya)” [HR Ibnu Hibbaan no. 122. Ibnu Abi Syaibah 10/481]
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
اللَّـهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّـهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّـهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّـهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ ﴿٢٣﴾
“Allah yang menurunkan perkataan yang terbaik, kitab yang serupa, yang diulang-ulang, yang gemetar dengannya kulit-kulit orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian melunak kulit-kulit mereka dan hati-hati mereka karena berzikir kepada Allah, itulah petunjuk dari Allah yang Allah beri petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.” (QS. Az-Zumar [39]: 23).
