Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya kembali beroperasi, setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang dan longsor yang menimbun akses masuk serta ruang-ruang kelas dengan lumpur tebal. Pemulihan madrasah dilakukan melalui pembersihan material lumpur dan sisa banjir yang menutup lingkungan sekolah.
Puluhan personel Satgas Penanggulangan Bencana Kodam Iskandar Muda dikerahkan dengan dukungan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas pendidikan dapat segera berjalan kembali.
Selain pembersihan lumpur, Satgas juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan gedung, penataan lingkungan, serta perapian ruang kelas. Dukungan pemulihan turut dilengkapi dengan penyaluran bantuan alat tulis kepada siswa sebagai bagian dari upaya memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal pascabencana.
Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran dan dukungan TNI yang membersihkan lumpur hingga sekolah ini bisa kembali digunakan untuk belajar,” ujar Rusli, Ahad (25/1/2026).
Rusli menjelaskan, kondisi madrasah pascabanjir bandang dan longsor tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri karena keterbatasan peralatan. Menurutnya, penggunaan alat berat menjadi faktor penting dalam membersihkan timbunan lumpur yang menutup area sekolah dan ruang kelas.
Rusli menambahkan, berkat kerja bersama tersebut, lingkungan madrasah kini kembali bersih dan aman digunakan. “Alhamdulillah, sekolah sudah bersih dan anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (*/tim)
