Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan pada dua sikap: bersyukur atau mengeluh. Keduanya lahir dari hati, dan keduanya menentukan kualitas iman kita.
Makna Bersyukur
Bersyukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi mencakup tiga hal:
- Syukur dengan hati: menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Wa Ta’ala.
- Syukur dengan lisan: memuji Allah Wa Ta’ala dan tidak memperbanyak keluhan.
- Syukur dengan perbuatan: menggunakan nikmat untuk ketaatan.
Allah Wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Artinya, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat, bukan hanya nikmat materi, tetapi juga ketenangan hati.
Bahaya Mengeluh
Mengeluh berlebihan mencerminkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah Wa Ta’ala. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah, justru:
- Melemahkan hati
- Menghilangkan keberkahan
- Menjadikan nikmat terasa sempit
Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya…” (HR. Muslim)
Jika mendapat nikmat, ia bersyukur
Jika mendapat musibah, ia bersabar
Inilah ciri orang beriman.
Teladan Nabi
Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam hidup sederhana, bahkan pernah lapar berhari-hari. Namun tidak pernah kita dapati beliau mengeluh. Justru beliau memperbanyak doa, sabar, dan syukur. Inilah teladan bagi kita dalam menghadapi kehidupan.
Hidup ini bukan tentang seberapa banyak nikmat yang kita miliki, tetapi seberapa besar rasa syukur dalam hati. Mari kita kurangi keluhan, perbanyak syukur, karena syukur mengundang ridha Allah Wa Ta’ala dan menenangkan jiwa.
Semoga Allah Wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hambaNya yang pandai bersyukur dan dijauhkan dari sifat suka mengeluh.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Yaa Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kebangkitan bagi semua makhluk
Yaa Allah, aku memohon kekuatan dariMu karena kelemahan kami, kekayaan dariMu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dariMu karena kejahilan kami.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)
