Bayangkan…
Saat semua manusia dikumpulkan, lalu namamu dipanggil. Bukan di hadapan banyak orang. Tapi dalam persidangan yang tertutup…hanya engkau dan Allah yang tahu.
Tubuh gemetar.
Allah bertanya tentang dosa yang dulu kau anggap kecil, padahal dicatat dengan sangat rinci.
“Bukankah engkau pernah melakukan ini?”
“Bukankah engkau juga melakukan itu?”
Tak ada yang bisa diingkari.
Hamba itu hanya mampu menjawab,
“Iya, ya Allah…” Penuh malu. Penuh takut.
Neraka terasa begitu dekat. Seakan api telah menunggu keputusan.
Lalu Allah berfirman,
عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَا دَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةً ۗ وَا للّٰهُ قَدِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Al-Mumtahanah 60: 7)
“Wahai hambaKu…di dunia Aku telah menutup aibmu dari manusia. Dan hari ini, Aku mengampuni semua dosamu.”
“Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.” (HR Muslim no. 2669)
Betapa luasnya ampunan Allah. Dia yang menutup aib kita di dunia, juga mampu menghapus dosa kita di akhirat.
Doa yang bisa menyelamatkan di saat genting itu adalah:
Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu ‘anni.
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku)
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dibaca saat lailatul qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan, maka jangan lelah memintanya. Bacalah tiap malam. Karena kita tidak butuh dipuji manusia, kita hanya butuh diampuni Allah. (HR Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850, Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)
Semoga bermanfaat.
