Bertemu Ramadan Sebuah Nikmat yang Besar

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Mendapatkan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan adalah kenikmatan yang sangat agung bagi seorang Muslim. Sebab bulan ini bukan sekadar pergantian waktu, melainkan sebuah anugerah spiritual yang penuh dengan keistimewaan yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya.

Lihatlah betapa banyak di antara kita yang telah kehilangan orang-orang yang dicintai pada beberapa tahun terakhir ini. Padahal mereka masih berpuasa bersama kita pada tahun-tahun yang lalu, dan mereka juga bercita-cita untuk berpuasa di tahun ini. Mereka mengira bahwa kematian masih jauh menghampirinya.

Namun siapa sangka, ternyata ajal begitu cepat telah datang menghampirinya, sehingga memupuskan impian dan angan-angan mereka.

Karena itu, kita yang masih Allah berikan kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan ini, hendaknya kita harus bertekad memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk banyak melakukan amal saleh, bukan justru sebaliknya.

Ketahuilah, waktu yang telah kita sia siakan itu adalah angan-angannya berjuta-juta ruh, supaya mereka bisa kembali ke dunia untuk berama saleh, namun itu semua tidak mungkin bisa lagi terjadi karena sudah terlambat.

Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata:

تالله  لو  قيل  لأهل  القبور  تمنوا لتمنوا  يومًا  من  رمضان

“Demi Allah, andaikan dikatakan kepada penghuni kubur: “Berangan-anganlah!” maka mereka pun akan berangan-angan untuk bisa berada di satu hari saja pada bulan Ramadan.” (At-Tabshirah II/78)

Berikut adalah alasan mengapa bulan Ramadan dianggap sebagai kenikmatan yang agung:

  • Pintu Ampunan Terbuka Lebar (Maghfirah): Ramadan adalah waktu utama di mana Allah Swt membuka pintu ampunan seluas-luasnya. Rasulullah saw bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
  • Pahala Amalan Dilipatgandakan: Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan, mulai dari salat, sedekah, hingga membaca Al-Qur’an, dilipatgandakan pahalanya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat.
  • Adanya Lailatul Qadar: Di bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Beribadah di malam ini setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun.
  • Bulan Tarbiyah (Pendidikan Diri): Ramadan mendidik manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, melatih kesabaran, dan meningkatkan empati kepada sesama. Ini adalah momen terbaik untuk memperbaiki diri (mentransformasi diri) menjadi lebih bertakwa.
  • Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup: Pada bulan ini, suasana menjadi kondusif untuk beribadah karena pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
  • Peluang Dikabulkannya Doa: Doa orang yang berpuasa adalah salah satu doa yang mujarab (mudah dikabulkan) oleh Allah Swt, khususnya saat berbuka.

Singkatnya,  Ramadan adalah momen penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang komprehensif.

Singkatnya, inilah mengapa Ramadan adalah kesempatan “reset” yang luar biasa:

  1. Reset Dosa (Ampunan): Dengan puasa dan ibadah malam (tarawih/qiyamul lail) yang didasari iman, dosa-dosa terdahulu diampuni [HR. Bukhari & Muslim].
  2. Reset Spiritual (Penyucian Hati): Menahan lapar dan hawa nafsu mendidik jiwa agar lebih peka, sabar, dan jujur, sehingga hati kembali bersih (kembali ke fitrah).
  3. Upgrade Ketakwaan: Ramadan adalah madrasah (sekolah) untuk meningkatkan ketaatan, menumbuhkan rasa syukur, dan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.
  4. Momentum Terbaik: Di dalamnya ada Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

Menjadikan Ramadan sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik adalah kenikmatan iman terbesar bagi seorang Muslim. (*)

Tinggalkan Balasan

Search