Biar Anak Gak Loyo Masuk Sekolah Lagi, Ikuti Tips Dosen UM Surabaya Ini

Biar Anak Gak Loyo Masuk Sekolah Lagi, Ikuti Tips Dosen UM Surabaya Ini
www.majelistabligh.id -

Libur panjang selama satu bulan telah berakhir. Para siswa mulai kembali ke sekolah untuk memulai tahun ajaran baru. Namun, tidak sedikit orang tua dan guru yang mengeluhkan anak-anak menjadi malas atau enggan kembali belajar setelah masa liburan.

Menanggapi hal tersebut, Elmi Tri Yuliandari, dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), memberikan penjelasan dan sejumlah saran praktis bagi orang tua dan guru.

Menurut Elmi, fase transisi dari libur panjang ke rutinitas sekolah memang kerap menjadi tantangan. Ia mengaitkan hal ini dengan teori motivasi belajar dari Hamzah B. Uno yang membagi motivasi menjadi dua, yakni motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

“Motivasi intrinsik datang dari dalam diri anak, seperti dorongan untuk sukses dan keinginan belajar. Sementara motivasi ekstrinsik berasal dari luar, seperti dukungan orang tua, pemberian penghargaan, atau lingkungan belajar yang menyenangkan,” jelas Elmi, Senin (15/7/2025).

Elmi menegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengembalikan semangat belajar anak. Ia pun membagikan beberapa langkah yang bisa diterapkan.

Bagi orang tua, kata Elmi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengembalikan rutinitas anak secara bertahap, seperti pola tidur, makan, dan aktivitas harian, beberapa hari sebelum masuk sekolah. Selanjutnya, orang tua juga disarankan melibatkan anak dalam persiapan sekolah, seperti menyampul buku, menyiapkan perlengkapan, hingga merapikan seragam.

“Jangan lupa juga memberikan dukungan emosional kepada anak. Pelukan, ucapan semangat, atau menuliskan pesan kecil di kotak bekalnya dapat memberi rasa nyaman dan membuat anak lebih siap,” ujarnya.

Sementara itu, untuk guru, Elmi menyarankan agar suasana kelas dibuat ramah dan menyenangkan. Hari pertama bisa diisi dengan perkenalan santai, permainan, atau berbagi cerita liburan.

“Guru sebaiknya tidak langsung memberikan beban pelajaran berat. Mulailah dengan review ringan dan beri waktu anak untuk menyesuaikan diri,” tambahnya.

Selain itu, Elmi juga mendorong guru menciptakan suasana kelas yang positif, misalnya dengan menghias ruangan, memasang ucapan selamat datang, atau memutar musik yang ceria.

“Dan yang tidak kalah penting, libatkan orang tua dalam proses adaptasi anak di sekolah. Sinergi antara rumah dan sekolah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak menjalani tahun ajaran baru,” pungkasnya. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search