Boros Mengikis Syukur, Mengundang Murka

*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
www.majelistabligh.id -

“Every rupiah scattered is the potential for a missing future”
“(Setiap rupiah yang dihamburkan adalah potensi masa depan yang hilang”)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada berbagai pilihan dan keinginan. Namun, terkadang keinginan tersebut mendorong kita untuk mengeluarkan uang secara berlebihan dan tidak bijak.

Inilah yang disebut dengan boros. Boros bukan hanya sekadar menghabiskan lebih dari yang dibutuhkan, tetapi juga mencerminkan kurangnya rasa syukur dan pengelolaan diri yang baik.

Kebiasaan boros dapat mengambil berbagai bentuk. Mulai dari membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan, makan berlebihan hingga menyisakan makanan, menggunakan air dan listrik secara tidak efisien, hingga menghambur-hamburkan waktu untuk hal yang kurang produktif.

Dampak dari boros pun beragam, mulai dari masalah keuangan pribadi, menumpuknya sampah, hingga ketidakadilan sosial karena sumber daya yang terbatas tidak dimanfaatkan secara merata.

Dalam ajaran Islam, perilaku boros sangat dikecam.

Allah SWT berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al Isra’: 26-27)

Ayat ini dengan jelas menggambarkan betapa buruknya perilaku boros, bahkan menyamakannya dengan saudara setan. Hal ini menunjukkan bahwa boros merupakan tindakan yang menjauhkan diri dari ridha Allah dan mendekatkan diri pada perilaku tercela.

Selain itu, Rasulullah saw juga mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan menghindari pemborosan dalam berbagai aspek kehidupan.

Rasulullah memberikan contoh bagaimana hidup dengan zuhud dan memanfaatkan harta serta sumber daya dengan bijak.Sebagaimana Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. ” (QS. Al Furqan: 67)

Jadi, Boros adalah kebiasaan buruk yang tidak hanya merugikan diri sendiri secara finansial dan moral, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama. Dalam ajaran Islam dengan tegas melarang perilaku ini.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk menjauhi sifat boros dan berusaha untuk hidup hemat, bijak dalam menggunakan sumber daya, serta senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Dengan menghindari boros, kita tidak hanya meneladani ajaran agama, tetapi juga berkontribusi pada keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search