BP Haji Serukan Evaluasi Ketat Istithaah Kesehatan, Jangan Hanya Sehat di Awal Keberangkatan

www.majelistabligh.id -

Tingginya angka jemaah haji Indonesia yang wafat pada musim haji 2025 menjadi perhatian serius. Kepala Badan Pengelola Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf, menekankan perlunya pengetatan proses istithaah kesehatan agar jemaah yang diberangkatkan benar-benar siap secara fisik dan mental.

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Ahad, 1 Juni 2025, jumlah jemaah wafat mencapai 115 orang, terdiri dari 71 laki-laki dan 44 perempuan.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kok ada jemaah yang belum sampai puncak ibadah haji, sudah ada yang wafat?” ujar Irfan dalam Grand Hajj Symposium ke-49 di Jeddah.

Istithaah merupakan prasyarat penting dalam berhaji, yang mencakup kemampuan jasmaniah, rohaniah, pembekalan, serta keamanan. Namun, menurut Irfan, penerapannya selama ini belum maksimal, terutama dari sisi kesehatan.

“Jangan sampai istithaah hanya sekadar sehat di awal pemeriksaan, tapi tidak menjamin jemaah mampu bertahan hingga akhir ibadah,” tegasnya.

Selama ini, proses pemeriksaan kesehatan memang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, namun Irfan menilai perlu ada pengetatan regulasi dan pengawasan agar jemaah yang berangkat adalah mereka yang benar-benar siap menghadapi kondisi ekstrem selama ibadah haji.

“Kita harus memastikan bahwa prinsip istithaah dijalankan sebagaimana mestinya, dan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Arab Saudi,” tambahnya.

Data Siskohat juga menunjukkan bahwa dari 115 jemaah yang wafat, sebanyak 55,65 persen merupakan lansia, sedangkan 44,3 persen berusia 41–64 tahun. Sementara dua embarkasi dengan jumlah jemaah wafat terbanyak adalah SOC (Solo) dan SUB (Surabaya), masing-masing 17 orang.

Fakta ini menjadi sinyal kuat bahwa perlu ada perubahan strategi dalam seleksi dan pembinaan jemaah lansia.

“Ini harus menjadi catatan penting untuk musim haji tahun depan. Istithaah kesehatan harus benar-benar dimaksimalkan dan diseriusi,” tegas Irfan.

Irfan menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ibadah yang memerlukan kesiapan fisik dan mental yang prima.

“Insya Allah, jika prinsip istithaah benar-benar dijalankan, maka ibadah haji bisa berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search