BSN Gandeng Muhammadiyah Kembangkan Keuangan Syariah

Pihak BSN dan PP Muhammadiyah menunjukkan kartu ATM khusus. (bsn)
www.majelistabligh.id -

PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sepakat menjalin kerjasama dalam bidang keuangan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Bagi BSN, langkah ini sebagai bentuk ekspansi bisnis pada ekosistem ormas terbesar di Tanah Air tersebut.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara manajemen BSN dan PP Muhammadiyah berlangsung di Tangerang, Banten, Selasa, (24/2/2026). Dalam hal ini, BSN akan mengelola likuiditas di ribuan titik jaringan persyarikatan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga rantai pasok usaha warga.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah merupakan langkah konkret perseroan dalam mengakselerasi inklusi keuangan syariah yang saat ini baru menyentuh angka 13,41 persen.

“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” kata Alex.

Melalui kerja sama ini, BSN memposisikan diri sebagai penyedia solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Perseroan mengincar pengelolaan dana dan sistem pembayaran yang mencakup layanan payroll, virtual account, hingga integrasi QRIS bagi ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.

Tak hanya level institusi, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN untuk menyasar jutaan warga persyarikatan secara langsung. Seluruh ekosistem ini akan terintegrasi ke dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang memungkinkan akses terhadap pembiayaan perumahan syariah hingga investasi cicilan emas secara digital.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengungkapkan bahwa Muhammadiyah ke depan akan terus berkembang untuk memperkuat ekosistem syariah di tanah air.

“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Tentu diantaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” ujar Hilman.

Ditambahkan Hilman, pimpinan pusat sudah membentuk tim untuk pengadaan perumahan subsidi dan nonsubsidi bagi warga persyarikatan Muhammadiyah, baik bagi pegawai, karyawan dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search