Ramadan itu selalu punya cerita tentang ibu dan anak. Setiap sore menjelang maghrib, anak mulai gelisah…
“Bu…masih lama ya bukanya?”
“Bu…aku kuat kok puasanya, tapi haus dikit…”
Ibu tersenyum, walau tahu anaknya sudah menahan sejak pagi. Sambil mengaduk kolak di dapur, ibu berkata pelan.
“Sebentar lagi, Nak. Sabar itu pahalanya besar.”
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tapi juga belajar sabar dan ikhlas. Meski anak kadang batal atau mengeluh, bagi ibu itu adalah proses. Dan melihatnya belajar saja, sudah jadi kebanggaan.
Suara adzan maghrib akhirnya terdengar…Anak tersenyum lebar.
Alhamdulillah…besok aku puasa lagi ya, Bu…
Dan hati ibu pun berbisik.
“Ya Allah, kuatkan anakku. Jadikan anakku pribadi yang sabar dan taat, bukan hanya di bulan Ramadan.”
Barakallahu fiikum.
